<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Piala Dunia Qatar 2022 &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/piala-dunia-qatar-2022/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Dec 2022 04:51:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Piala Dunia Qatar 2022 &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Les Bleus Benar-Benar Beruntung!</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/les-blues-benar-benar-beruntung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2022 00:22:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Ada yang sungguh terganjal di hati Luca Modrić. Kapten Kroasia&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/les-blues-benar-benar-beruntung/">Les Bleus Benar-Benar Beruntung!</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Ada yang sungguh terganjal di hati Luca Modrić. Kapten Kroasia itu tak habis pikir akan hukuman pinalti bagi timnya. Dia kesal berat akan keputusan Daniel Orsato. Wasit itu dinilainya tak jeli. Untuk menilai apa yang sebenarnya terjadi di area pertahanan Kroasia. Luka akui dirinya jarang dan bahkan tak suka komen tentang wasit. Tapi malam ini, ia dipaksa untuk menggerutu. Iya, tentang wasit.</p>
<p><em>“Rigore non c’era, E’ alvarez che colpisce Livakovic. Direzione disastro.” </em>Itu yang terbaca dari Eurosport. Iya, tak ada pelanggaran yang berujung pinalti. Yang terjadi, justru  Alvarezlah yang melanggar Livakovik, penjaga gawang Kroasia.</p>
<p>Modrić di akhir pertandingan kemarin tak kuasa menahan rasa. Kecewa, marah dan sedih bercampur. Usianya telah 37 tahun. Sekiranya itulah pertandingan putaran final terakhir bagi negerinya. Playmaker Real Madrid itu mesti mundur di perlehatan 2026 nanti.</p>
<p>Tapi itu bukan hal yang paling penting dari kisah penalti untuk Argentina. Keputusan Orsato, wasit asal Italia itu, tidaklah sulutkan emosi tak terkontrol. Pemain Kroasia tetap kuasai diri. Tak ada   protes keras atau “serang wasit segarang-garangnya.”</p>
<p>Takluknya Kroasia 0 – 3 itulah hasil yang pas. Argentina dan Messinya terlalu tangguh dan luar biasa. Itu yang harus dijempol. Bagaimana pun, untuk Argentina vs Kroasia,  tak ada hasil dan suasana akhir yang terus getarkan kemarahan, permusuhan, apalagi kebencian.</p>
<p>Rangkulan Messi terhadap Modrić, sesudah pertandingan itu, adalah satu pesan damai.  Iya, satu pesan persahabatan. Bukankah di kisah-kisah lalu <em>el Clasico </em>itu Messi-El Barca dan Modrić-Real Madrid saling menantang? Dan kini keduanya masih tetap saling tantang saat Real Madrid versus Paris Saint-Germain? Namun, persahabatan sebagai sesama football players tetap terajut.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/les-blues-benar-benar-beruntung/">Les Bleus Benar-Benar Beruntung!</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Idola Versus Admiratio</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/idola-versus-admiratio/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2022 23:28:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19341</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD “Teman, di partai semifinal itu, dua tim mana yang bakal&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/idola-versus-admiratio/">Idola Versus Admiratio</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh </strong><strong>P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p><em>“Teman, di partai semifinal itu, dua </em><em>t</em><em>im mana yang bakal menang dan melaju ke babak </em><em>f</em><em>inal?” </em>Bukannya menjawab dua tim dari keempat tim yang berlaga, teman saya itu malah balik bertanya pada saya, “<em>Eja</em>, <em>tim-tim mana saja itu yang berlaga di semifinal?</em>”</p>
<p>Piala Dunia Qatar 2022 telah usai. Sudah berakhir. Sejak Brasil tumbang di tangan Kroasia, animo teman saya itu anjlok drastis. Ia tak berselera total. Tak ada lagi koar-koar tentang Piala Dunia. Ia tak tampak lagi dalam komentar-komentarnya yang biasanya selangit.</p>
<p>Baginya, Brasil tamat. Semuanya telah usai. Ini pun berlaku bagi sekelompok teman. Seolah ada kesepakatan bahwa Piala Dunia Qatar telah berakhir. “Ronaldo tak main lagi. Ia bersama Portugal sudah dihabok oleh Maroko.”</p>
<p>Piala Dunia tak berdaya pikat lagi. Tak mengandung umpan lagi. Padahal sudah panjar ceriah di hati sekiranya di Minggu malam, 18 Desember 2022 nanti, karier Ronaldo bermuara pada <em>glorious and happy ending. </em>Sia-sia, Bro!</p>
<p>Padahal, sebelumnya, artinya ketika Brasil atau CR 7 masih di laga-laga sebelumnya, nyaris “tiada hari tanpa Brasil atau Ronaldo itu.” Timnas dan tokoh itu sudah tersimpan dan dikeramatkan dalam ‘tabernakel hati.’ Sesekali bahkan sering ditampakkan dalam ‘status WA atau berbagai status lainnya.’</p>
<p>Itulah risikonya bila sungguh telah terbius oleh bingkai. Bikin hati terkesima. Terpikat hingga terikat mati. Banyak ‘anak asrama, misalnya,  cuek malas tahu untuk jebol aturan umum.’ Hanya karena ada tim favorit atau tokoh pujaannya berlaga. Itu pasti!</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/idola-versus-admiratio/">Idola Versus Admiratio</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laga Hidup Mati</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/laga-hidup-mati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2022 21:21:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19302</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Sungguh satu rasa hati penuh sukacita. Tak peduli, entah jadi&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/laga-hidup-mati/">Laga Hidup Mati</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Sungguh satu rasa hati penuh sukacita. Tak peduli, entah jadi pimpinan grup. Atau pun &#8216;sekedar&#8217; di tempat kedua. Intinya, terhitung telah masuk lingkaran 16 besar adalah kebanggaan.</p>
<p>Namun, sejak saat fase 16 besar itulah rasa penuh bangga itu mesti dijaga. Laga hidup-mati mesti dimainkan. Sebab mesti ada yang dinyatakan &#8216;menang&#8217; dari apa yang disebut &#8216;kalah.&#8217; Pun sama sebaliknya.</p>
<p>Maka arena laga, stadion, segera jadi arena saling jagal. Atau bertarung jadi pemenang, atau sebaliknya jadi korban. Di stadion batas antara menang dan kalah cuma berdurasi 90 menit plus waktu tambahannya.</p>
<p>Semua mesti berpacu  dalam waktu. Untuk berharap tiba pada puncak kemenangan. Tetapi, bukankah saat masuk arena laga, 22 pemain itu rela &#8216;titipkan dulu rasa sukacita dan harapan&#8217; pada penyelenggara?</p>
<p>Tetapi, itu sebenarnya ironi dari sepakbola. Semisal bola yang sudah dikuasai sepenuhnya. Namun ia mesti dijarakkan. Disepak menjauh untuk dikejar-kejar lagi. Seperti itu pula tim yang mesti rela lepaskan sementara rasa sukacita. Lalu berharap kuat untuk meraihnya  kembali.</p>
<p>Maka, stadion benar-benar jadi arena duel seru. Tak ingin rasa sukacita itu dirampas pergi begitu saja. Stadion benar-benar jadi arena judi perasaan, harga diri dan nama besar. Di situ, batas antara senyum-tawa dan  pahit di hati begitu tipis. Antara sukacita dan tunduk terlesu sekian ringkih.</p>
<p>Stadion adalah arena batasan yang mesti jadi jelas dan pasti. Antara kedua tim,  dan antara para pemain dan suporternya. Namun, stadion juga adalah batasan dua aroma hati penuh rasa berseberangan.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/laga-hidup-mati/">Laga Hidup Mati</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Adeus, Jogo Bonito do Brazil  </title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/adeus-jogo-bonito-do-brazil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2022 23:47:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19297</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD “Incredibile!” Begitu suara agak tinggi komentator stasion TV Italia, Rai1.&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/adeus-jogo-bonito-do-brazil/">Adeus, Jogo Bonito do Brazil  </a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p><em>“Incredibile!”</em> Begitu suara agak tinggi komentator stasion TV Italia, <em>Rai1</em>. Gol penyama kedudukan Kroatia itu pun terjadi. Petkovic, di menit 116 itu, benar-benar jadi pembunuh sukacita Neymar dkk. Gol cantik Neymar di menit 105+1 seperti terlupakan secepatnya. Fans Tim Samba senyap. Seakan tak percaya.</p>
<p>Terhentinya Brasil ibarat satu kendaraan kencang melaju yang ‘stop kaget.’ Sungguh bikin jantungan. Penggemarnya di seantero jagat seakan tak percaya. Tak hanya itu. Segala ramalan dan analisis sana-sini  jadi tercecer. Berantakan. Iya, Brasil, yang digadang-gadang bakal jadi (salah satu) kandidat kuat Juara Piala Dunia Qatar 2022, mesti cukup sudah sampai di sini.</p>
<p>Brasil punya 11 tembakan ke arah gawang. 10 kali lebih banyak ketimbang Kroatia yang punya satu. Namun, Kroatia mampu melebihi, walau sedikit saja, soal <em>ball possesion </em>dan<em> passing. </em>Dan justru dari situlah, seturut saya, yang memang ‘tidak jago bola’ seperti Romo Don Jata dan Romo Anis Satu, teman kelas saya di Seminari Mataloko, Brasil itu mampu diimbangi. Satu pertandingan yang sengit. Penuh perjuangan. Ekstra-ordinari memang!</p>
<p>Gerak-gerik Brasil tampak telah terbaca telak. Karenanya mudah teredam.  Tak terlihat lagi passing-pasing cantik ala Brasil, yang biasanya tiba-tiba sudah mengancam gawang. Lewati para defensori (pemain belakang) Kroatia sama sekali tidak berarti bahwa gawang pasti terjebol gampangan. Keliru, Bro!</p>
<p>Masih ada Livakovic. Si penjaga gawang Kroatia itu terlalu tangguh. Ia cekatan untuk antisipasi gol-gol Brasil yang mungkin saja dapat terjadi. Sungguh malam tak berbintang bagi Brasil yang punya segudang bintang. Dan semuanya memang mesti berakhir di adu pinalti.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/adeus-jogo-bonito-do-brazil/">Adeus, Jogo Bonito do Brazil  </a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ronaldo di Lintasan Ballon d’Oro, Juara Eropa dan Bangku Cadangan</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/ronaldo-di-lintasan-ballon-doro-juara-eropa-dan-bangku-cadangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2022 10:39:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19272</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Ini bukan soal terbantainya Swiss di tangan Portugal 1 –&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ronaldo-di-lintasan-ballon-doro-juara-eropa-dan-bangku-cadangan/">Ronaldo di Lintasan Ballon d’Oro, Juara Eropa dan Bangku Cadangan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Ini bukan soal terbantainya Swiss di tangan Portugal 1 – 6 di laga  kemarin itu. Bukan! Bukan pula soal ‘tiba-tiba melejitnya’ Ramos dengan <em>hattrick</em>-nya ke gawang Swiss. Bukan! Ini bukan tentang gagahnya Pepe, defensore Portugal yang bikin gol kedua buat Portugal dengan tandukan kepalanya. Lagi-lagi bukan!</p>
<p>Portugal, memang, dari dalam dan luar stadion, di hari-hari ini lagi riuh bergemuruh. Eforia  anak muda Goncalo Matias Ramos belum stop-stop juga. Penyerang klub Benfica, 21 tahun itu, tiba-tiba bersinar terang di malam Lusail Stadium, Qatar.</p>
<p>Dan memang malam itu adalah milik Ramos. Kiranya tak hanya fans Portugal yang terpana. Bahkan jagat sepakbola pun terkesima. Ramos ‘terlalu ambil dan asyik’ malam itu. Enerjik, lincah dan cerdas untuk bikin tiga gol itu. Kiranya, Portugal sudah siap untuk masuk ‘era baru post CR 7 di lini depan.’</p>
<p>Namun, tampaknya malam gemerlap senegeri Portugal berikut buat para fansnya, bukanlah milik Ronaldo. Beberapa kali CR 7 tersorot kamera. Ada kamerawan yang lagi menelisik sisi lain glamournya malam ceriah Portugal dengan buramnya raut wajah Ronaldo.</p>
<p>Ada apa dengan gesture Ronaldo yang sekian disorot tajam itu? Pro – kontra <em>‘body language</em>’ Ronaldo muncul tak kalah seru. Saat ia bergirang gol demi gol, ia terhakimi ‘tengah berteater.’ Senyum dan tawa hanya sekedar saja. Sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara hatinya yang lagi galau.</p>
<p>Ronaldo, malam itu, benar-benar ‘dikalahkan dalam dirinya sendiri.’ Jika itu yang ditafsir, maka betapa skuad Selecao benar-benar sadis serentak ‘kanibalis.’ Tak hanya ‘memangsa Swiss’ namun ia pun ‘melahap sang CR 7, kapitannya sendiri.’ Kira-kira itu yang terjadi di lapangan.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ronaldo-di-lintasan-ballon-doro-juara-eropa-dan-bangku-cadangan/">Ronaldo di Lintasan Ballon d’Oro, Juara Eropa dan Bangku Cadangan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terompet dan Tamburin Senegal Tetap Bergema</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/terompet-dan-tamburin-senegal-tetap-bergema/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2022 23:37:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19208</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Akhirnya Senegal terhenti. Tak lagi melaju ke fase perempat final.&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/terompet-dan-tamburin-senegal-tetap-bergema/">Terompet dan Tamburin Senegal Tetap Bergema</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><b>Oleh P. Kons Beo, SVD</b></strong></p>
<p>Akhirnya Senegal terhenti. Tak lagi melaju ke fase perempat final. Inggris terlalu tangguh. Untuk  menghajarnya 3 – 0. Tampaknya Senegal tak segarang seperti di fase sebelumnya. Hanya di beberpa menit awal babak pertama saja, Senegal memang sudah mengancam. Tapi itu semua tak terjadi lagi di menit demi menit berikutnya. Walau terlihat ada ‘baku balas serang-menyerang’ antar keduanya.</p>
<p>Gawang Inggris benar-benar bebas dari ancaman serius. Mungkinkah Senegal keletihan setelah euforia masuk 16 besar? Bila harus dikatakan, maka kiranya publik pada heran akan <em>down-nya </em>spirit bertarungnya Senegal.</p>
<p>Tapi sudahlah. Timnas Inggris tentu bukanlah level <em>ayam sayur. </em>Permainan cepat dan indah berbuah gol cantik dan terukur. Dan adalah Henderson, Kane,dan Saka jadi pahlawan <em>Three Lions </em>dengan masing-masing sebiji gol. Luar biasa.</p>
<p>Oh iya, mari mundur sejenak ke Final Piala Eropa setahun lebih silam di Wembley Stadion, Inggris. Italia vs Inggris yang berujung pada uji pinalti. Pasti masih terekam wajah tiga pemuda Inggris yang gagal pinalti di hadapan Donnarumma, penjaga gawang Italia. Ada Markus Rashforf, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka. Publik Inggris kala itu menghujat bertiga.</p>
<p>Tak ketinggalan Gareth Southgate, pelatih Inggris dilumpuri kata. Ia terlalu nekad percayakan si Saka, yang masih berusia 19 tahun itu untuk sebuah penalti krusial. Dan gagal lagi. Bukankah, kala itu, ada nada-nada rasis yang mesti disemprot bagi mereka bertiga? Namun, malam tadi semuanya berubah. Di wajah Saka ada senyuman lebar.  Sebab semua telah berubah pastinya.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/terompet-dan-tamburin-senegal-tetap-bergema/">Terompet dan Tamburin Senegal Tetap Bergema</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Betulkah Memphis Depay Tak Sabar Menanti Lionel Messi?</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/betulkah-memphis-depay-tak-sabar-menanti-lionel-messi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2022 22:59:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19202</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Minggu, 8 Agustus 2021. Hari yang teramat kelabu. Di Camp&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/betulkah-memphis-depay-tak-sabar-menanti-lionel-messi/">Betulkah Memphis Depay Tak Sabar Menanti Lionel Messi?</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh </strong><strong>P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Minggu, 8 Agustus 2021. Hari yang teramat kelabu. Di <em>Camp Nou, </em>markas Barcelona, kisah itu selalu dikenang. Messi<em> </em>mesti tinggalkan <em>Blaugrana, El Barca, </em>klub yang membesarkannya. Jagat sepakbola terperangah. Bukankah Barcelona dan Messi<em> </em>terbaca bagai harmoni musik paling serasi? Yang telah merajik nada-nada dan irama permainan lapangan hijau penuh pesona?</p>
<p>Messi,<em> </em>di konferensi pers itu, tak sanggup membendung tangisan. 16 tahun, sejak 2005, akrabi aura <em>El Barca </em>bukanlah waktu yang singkat. Siapa pun pelatih bisa saja tercabut dari Camp Nou<em>. </em>Itu pun yang terjadi dengan para pemain lainnya. Silih berganti datang dan pergi. Tampaknya, hal itu sepertinya tak akan berlaku bagi Messi<em>.</em></p>
<p>Di 778 pertandingan, Messi<em> </em>telah borong 672 gol demi <em>Blaugrana. </em>Tercatat 35 trofi di perbagai level, Messi<em> </em>telah persembahkan. Semuanya demi yang terbaik bagi klub. Namun, semuanya mesti berakhir. Di Minggu, 16 Mei 2021, itulah hari terakhir Messi<em> </em>bersama Barcelona saat harus hadapi Celta Vigo.</p>
<p>Tentu, kehilangan Messi<em>, </em>bikin El Barca pikir serius. Siapakah sosok pemain pengganti? Yang bisa ‘disejajarkan’ dengan fenomena Messi<em> </em>di barisan depan? Setidaknya dua nama telah hadir di Camp Nou<em>. </em>Sepertinya Lewandowski<em> </em>dan Memphis Depay<em> </em>dilayakkan untuk barisan depan itu. Keduanya kini lagi bertarung demi negaranya masing-masing di Piala Dunia Qatar 2022 ini.</p>
<p>Di penyisihan grup, Lewandowski dkk<em> </em>telah dilumat Messi dkk<em>. </em>Dunia sepertinya sepakat, Messi<em> </em>masih dianggap lebih berbahaya ketimbang Lewandowski<em>, </em>penyerang Polandia itu.  Dan kini, hadir Depay<em> </em>di Timnas Belanda. Semalam<em><i>, Memphis Depay dkk</i></em><em> </em>sukses menjungkal Amerika Serikat 3 – 1. Memphis<em>, </em>penyerang Barcelona itu, sumbang satu gol. Dan Belanda pun melesat ke fase selanjutnya.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/betulkah-memphis-depay-tak-sabar-menanti-lionel-messi/">Betulkah Memphis Depay Tak Sabar Menanti Lionel Messi?</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Messi dkk Bersinar di Pusaran Beban Sejarah Perang Malvinas</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/messi-dkk-bersinar-di-pusaran-beban-sejarah-perang-malvinas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2022 13:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19096</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Duel mati hidup itu memang sudah dimulai warming up-nya. Sepertinya&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/messi-dkk-bersinar-di-pusaran-beban-sejarah-perang-malvinas/">Messi dkk Bersinar di Pusaran Beban Sejarah Perang Malvinas</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh </strong><strong>P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Duel mati hidup itu memang sudah dimulai <em>warming up-</em>nya. Sepertinya para suporter pada tak tahan diri lagi. Ada laga antisipatif yang bikin keruh suasana. Heboh! <em>Baku habok</em> serius pertama pecah di pekan awal Piala Dunia Qatar. “<em>Fans Argentina dan Meksiko Berkelahi di Qatar Dipicu karena Ejek Messi,” </em>tulis  CNN Indonesia. Ada apa dengan Messi?</p>
<p>Yang bikin ulah itu, katanya,  datang dari fans Meksiko. Juara Amerika Latin, Argentina, diejeknya melempem. Tak berkutik hadapi Arab Saudi. Kegarangan ejekan suporter Meksiko tak berhenti di situ. Mereka bahkan nekad menyasar <em>Messi</em>. <em>Messi </em>tak sekedar <em>si Pulga </em>biasa. Segala hormat dan pujian jagat sepakbola telah takhtakannya bagai ‘pesepakbola dari planet asing.’</p>
<p><em>Messi </em>adalah mega bintang! Superstar bola yang buas namun seni penuh akal yang menyihir! Tentu benar komparasi alegoristik, “<em>CR 7 boleh membunuh, tapi si Pulga itu menganiaya.”</em>  <em>Messi </em>sudah<em> </em>gondol <em>ballon d’oro </em>dengan tujuh gelar. Sebab itulah, di usianya yang ke 35 tahun, tanah Argentina dan jutaan <em>pemujanya</em> masih titipkan harapan mendalam pada <em>Messi.</em></p>
<p>Tetapi, apa jadinya jika memang <em>Messi </em>direndahkan dan dicemooh? Ketika <em>primat heroiknya </em>sebagai ‘dewa sepakbola’ digunduli dengan kata-kata yang sungguh tak beretika? Reaksi massif pasti tak terhindar. Itu yang jadi salah satu sumbu pendek yang segera menyala. Fans Argentina dan Meksiko tercebur dalam adu fisik. Bikin ulah yang tak main-main.</p>
<p>Jangankan soal <em>Messi </em>saja. Masih ada lagi upaya menyasar cita rasa patriotis.  Menyayat luka lama perang Malvinas, adalah bara api ketersinggungan nasional bagi Argentina. Dan fans Meksiko tahu persis itu. Perang Malvinas adalah beban sejarah. Tak terbantahkan. Telah jadi <em>monumen kelam, </em>ketika di tahun 1982 itu Argentina menyerah di tangan Inggris. Tetapi, nyatanya? Yang terbukti di laga pertandingan?</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/messi-dkk-bersinar-di-pusaran-beban-sejarah-perang-malvinas/">Messi dkk Bersinar di Pusaran Beban Sejarah Perang Malvinas</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timnas Iran: Di Satu Kemenangan yang Berkabut</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/timnas-iran-di-satu-kemenangan-yang-berkabut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2022 22:46:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Sungguh menyebalkan! Bila mesti bertandang ke satu kondangan tanpa rasa&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/timnas-iran-di-satu-kemenangan-yang-berkabut/">Timnas Iran: Di Satu Kemenangan yang Berkabut</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh </strong><strong>P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Sungguh menyebalkan! Bila mesti bertandang ke satu kondangan tanpa rasa nyaman sedikitpun. Penuh aturannya. Dan yang lebih ‘mematikan’ lagi, jika di pesta itu, auranya mesti terpantau ketat. Ibarat ayah yang beri ‘kebebasan pada sang anak ke pesta raya.’ Namun, diam-diam sang ayah sertakan pemantau nan ketat. Demi awasi segala kata dan gerak sang anak. Ini sungguh membunuh kebebasan. Dan itulah yang terjadi terhadap Timnas Iran.</p>
<p>Kiranya, <em>Ehsan Hajsafi </em>dkk, Timnas Iran, kini mesti berhati-hati. Diberi kesempatan untuk ‘berpesta’ di Qatar tak serta merta berarti kebebasan penuh bakal didapat. Dan  lagi harus dinyatakan sesukanya. Tidak seperti itu<em>. “Intelijen Cokok Pemain Timnas Iran di Piala Dunia, Walau menang dari Wales.”</em> Itu judul yang terbaca dari berita. Apa sebenarnya yang terjadi?</p>
<p>Kini, Timnas Iran bagai sejuta benang rasa yang terbelit dalam dirinya sendiri. Sepakbola sungguh tak bebas dalam dirinya sendiri. Ia tak boleh sesukanya ungkapan rasa begitu saja. Walau, semuanya berangkat dari kenyataan. Tetapi, sepakbola haruslah tetap ‘sepakbola murni.’</p>
<p>Dan semua yang terjadi di hari-hari awal ini, tampak tak dipeduli Timnas Iran. Pemerintah tersinggung berat jika situasi dalam negeri dibawa-bawa hingga dalam stadion. Maksudnya, “Urusan dalam negeri, tetaplah urusan rumah tangga kita sendiri. Tak perlu diuar-uar di pesta akbar yang menyedot atensi publik mondial.”</p>
<p>Biarkan <em>api Mahsa Amini, jilbab, dan polisi moral </em>tetap berkobar. Tapi itu hanya berlaku  di area internal. Tak perlu dipertontonkan ke publik dalam simbol apapun. Regim Iran bakal tak peduli entah seperti apa hasil perjuangan timnasnya. Yang terpenting, haramlah untuk terkonek dengan isu-isu politik dalam negeri.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/timnas-iran-di-satu-kemenangan-yang-berkabut/">Timnas Iran: Di Satu Kemenangan yang Berkabut</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Portugal dan Brazil: Itulah Sisi Kehidupan Kita</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/portugal-dan-brazil-itulah-sisi-kehidupan-kita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2022 01:22:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19082</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD  Tak sekadar menang biasa! Itu yang tertangkap jelas. Tersaji dalam&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/portugal-dan-brazil-itulah-sisi-kehidupan-kita/">Portugal dan Brazil: Itulah Sisi Kehidupan Kita</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p><strong> </strong>Tak sekadar menang biasa! Itu yang tertangkap jelas. Tersaji dalam drama 5 gol di Stadium 974, Doha. Portugal vs Ghana adalah cerita hidup penuh perjuangan. Tak pernah ada kata menyerah. Hidup sepertinya terus berirama mars. Saling serang harus terjadi.</p>
<p>Baik Portugal maupun Ghana kemenangan harus diraih. Saling uji serang dan bertahan diperagakan taktis. Dan, itu tadi, 5 gol tercipta. Semua terjadi di babak kedua. Sukacita sebuah gol tak berlangsung lama. Sebab gol balasan segera tercipta. Dan itu terus saja berlangsung.</p>
<p>Tetapi, Ronaldo dkk dipuji selangit. Sebab dalam tempo dua menit ada dua gol tercipta. Dan mereka telah unggul 3 – 1 hingga menit 73. Dan, semuanya berakhir di menit ke 89, saat Ghana lesakkan gol keduanya.</p>
<p>Ini sepertinya masing-masing tak mau membiarkan sukacita gol terus bertahan. Mesti ‘dirampok’ segera dengan gol balasan. Itu yang diperlihatkan Ghana. Bahkan dirampok dua gol sekaligus, yang bikin Portugal ketar-ketir.  Andaikan ada gol milik Ghana di tambahan waktu? Kisah akhir Portugal vs Ghana lain gemanya.</p>
<p>Portugal sudah buktikan pasti. Untuk menang, ya mesti bertarung penuh perjuangan. Itu pun yang disajikan Ghana. Hingga menit ke 89, mereka tetap <em>fight </em>demi satu kemenagan. Setidaknya demi <em>kedudukan sama kuat. </em></p>
<p>Di sisi lain, Portugal vs Ghana, tak sebatas Ronaldo. Biarpun, katanya, ia dinobatkan sebagai <em>man of the match </em>dan jadi manusia pertama yang selalu cetak goal di 5 ajang Piala Dunia berbeda.</p>
<p>Tak cuma itu. Laga sepakbola adalah cerminan laga kehidupan itu sendiri. Penuh perjuangan. Tak kenal menyerah sebelum berakhir semuanya.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/portugal-dan-brazil-itulah-sisi-kehidupan-kita/">Portugal dan Brazil: Itulah Sisi Kehidupan Kita</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
