Timnas Iran: Di Satu Kemenangan yang Berkabut

Kons beo5 1

Oleh P. Kons Beo, SVD

Sungguh menyebalkan! Bila mesti bertandang ke satu kondangan tanpa rasa nyaman sedikitpun. Penuh aturannya. Dan yang lebih ‘mematikan’ lagi, jika di pesta itu, auranya mesti terpantau ketat. Ibarat ayah yang beri ‘kebebasan pada sang anak ke pesta raya.’ Namun, diam-diam sang ayah sertakan pemantau nan ketat. Demi awasi segala kata dan gerak sang anak. Ini sungguh membunuh kebebasan. Dan itulah yang terjadi terhadap Timnas Iran.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kiranya, Ehsan Hajsafi dkk, Timnas Iran, kini mesti berhati-hati. Diberi kesempatan untuk ‘berpesta’ di Qatar tak serta merta berarti kebebasan penuh bakal didapat. Dan  lagi harus dinyatakan sesukanya. Tidak seperti itu. “Intelijen Cokok Pemain Timnas Iran di Piala Dunia, Walau menang dari Wales.” Itu judul yang terbaca dari berita. Apa sebenarnya yang terjadi?

Kini, Timnas Iran bagai sejuta benang rasa yang terbelit dalam dirinya sendiri. Sepakbola sungguh tak bebas dalam dirinya sendiri. Ia tak boleh sesukanya ungkapan rasa begitu saja. Walau, semuanya berangkat dari kenyataan. Tetapi, sepakbola haruslah tetap ‘sepakbola murni.’

Dan semua yang terjadi di hari-hari awal ini, tampak tak dipeduli Timnas Iran. Pemerintah tersinggung berat jika situasi dalam negeri dibawa-bawa hingga dalam stadion. Maksudnya, “Urusan dalam negeri, tetaplah urusan rumah tangga kita sendiri. Tak perlu diuar-uar di pesta akbar yang menyedot atensi publik mondial.”

Biarkan api Mahsa Amini, jilbab, dan polisi moral tetap berkobar. Tapi itu hanya berlaku  di area internal. Tak perlu dipertontonkan ke publik dalam simbol apapun. Regim Iran bakal tak peduli entah seperti apa hasil perjuangan timnasnya. Yang terpenting, haramlah untuk terkonek dengan isu-isu politik dalam negeri.

Pos terkait