Terompet dan Tamburin Senegal Tetap Bergema

Kons beo5 1

Oleh P. Kons Beo, SVD

Akhirnya Senegal terhenti. Tak lagi melaju ke fase perempat final. Inggris terlalu tangguh. Untuk  menghajarnya 3 – 0. Tampaknya Senegal tak segarang seperti di fase sebelumnya. Hanya di beberpa menit awal babak pertama saja, Senegal memang sudah mengancam. Tapi itu semua tak terjadi lagi di menit demi menit berikutnya. Walau terlihat ada ‘baku balas serang-menyerang’ antar keduanya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Gawang Inggris benar-benar bebas dari ancaman serius. Mungkinkah Senegal keletihan setelah euforia masuk 16 besar? Bila harus dikatakan, maka kiranya publik pada heran akan down-nya spirit bertarungnya Senegal.

Tapi sudahlah. Timnas Inggris tentu bukanlah level ayam sayur. Permainan cepat dan indah berbuah gol cantik dan terukur. Dan adalah Henderson, Kane,dan Saka jadi pahlawan Three Lions dengan masing-masing sebiji gol. Luar biasa.

Oh iya, mari mundur sejenak ke Final Piala Eropa setahun lebih silam di Wembley Stadion, Inggris. Italia vs Inggris yang berujung pada uji pinalti. Pasti masih terekam wajah tiga pemuda Inggris yang gagal pinalti di hadapan Donnarumma, penjaga gawang Italia. Ada Markus Rashforf, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka. Publik Inggris kala itu menghujat bertiga.

Tak ketinggalan Gareth Southgate, pelatih Inggris dilumpuri kata. Ia terlalu nekad percayakan si Saka, yang masih berusia 19 tahun itu untuk sebuah penalti krusial. Dan gagal lagi. Bukankah, kala itu, ada nada-nada rasis yang mesti disemprot bagi mereka bertiga? Namun, malam tadi semuanya berubah. Di wajah Saka ada senyuman lebar.  Sebab semua telah berubah pastinya.

Pos terkait