Namun, setidaknya malam tadi, dari Al Bayt Stadium, bagi tim nasionalnya, bunyi nyaring terompet dan tamburin tetap bergema sepanjang laga. Itulah musik, sorak-sorai dan nyanyian penuh setia dikumandangkan. Timnas selalu di hati buat suporter Senegal.
Apakah suporter Senegal sedang mengajarkan: “Kami tentu bertepuk tangan ketika kalian berhasil; dan kami pasti tetap ulurkan tangan saat kalian tersandung dan gagal….”
Jika mereka berbesar hati dalam euforia jadi Juara Piala Afrika 2021, tidakkah mereka juga sanggup berlapang dada untuk ‘terhenti di sini?’ Di putaran 16 besar?
Verbo Dei Amorem Spiranti
Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Roma





