Rambu Antanau memastikan sampai sekarang pun cita-citanya masih pada prinsip memperjuangkan hak-hak perempuan. Itu sebabnya dia mendorong kaum perempuan agar tetap saling mendukung dalam kegiatan-kegiatan yang memunculkan perempuan di depan publik.
Rambu Antanau menaruh harapan besar agar dengan perubahan zaman para perempuan berpikir lebih matang dan perilaku yang lebih baik dalam menguasai situasi di tengah masyarakat.
“Mama sangat berharap harus banyak perempuan bahkan juga kaum laki-laki yang bantu memperjuangkan adanya kesamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Karena mama berpikir bahwa di Indonesia perempuan lebih dominan dalam segi jumlah. Namun, pada kenyataannya kaum perempuan hanya menjadi penonton dan sebagai penerima pembangunan. Saya bayangkan jika kaum perempuan bisa terlibat aktif dan berpartisipasi dalam pembangunan maka perempuan akan semakin sejajar dan juga diperhitungkan dalam hal pengambil keputusan di pemerintahan maupun di dunia politik,” imbuh istri Paul Mella, mantan Bupati TTS dua periode tersebut.
Lebih lanjut Rambu Antanau mengatakan, di NTT dan khusus TTS saat ini kasus kekerasan seksual setiap tahun meningkat. Meskipun sedikit namun tetap bertambah, padahal sebelumnya KDRT lebih tinggi dibandingkan kekerasan seksual.
“Karena itu kami mendorong kaum perempuan agar saling mengisi dan membantu memerangi kekerasan seksual ini dengan pendampingan psikilogi sehingga perempuan bisa bangkit dan berbenah untuk hidup lebih baik,” harapnya.
Rambu Antanau mengakui, saat ini kasus kekerasan seksual di TTS lebih tinggi dibandingkan dengan KDRT. “Dan ini memang tugas kita bersama untuk melepaskan perempuan dalam kasus ini, dengan berbagai cara seperti pendampingan dan segera melaporkan jika ada kasus-kasus tersebut untuk segera ditangani,” katanya.







