BORONG kabarntt.id—Merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri No 41 Tahun 2021penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Manggarai Timur turun dari level 3 ke level 2.
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Jefrin Haryanto, atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih untuk perkembangan baik ini.
“Ini merupakan perkembangan yang sangat melegakan bagi masyarakat Manggarai Timur. Kerja keras semua pihak membuktikan bahwa kita berada pada model penanganan yang tepat terkait Covid 19. Tugas belum selesai karena kita harus kembali ke zona hijau, sebagaimana kita bisa cukup lama pada awal-awal tahun 2021 bertahan di zona hijau,” ungkap Haryanto.
Haryanto juga menyampaikan apresiasi dari Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Manggarai Timur kepada semua petugas dan masyarakat yang sudah bekerja keras, sehingga Manggarai Timur perlahan-lahan bisa pulih.
“Pimpinan daerah, Bapak Bupati, Wakil Bupati dan Sekda memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. Terima kasih secara khusus kepada petugas dan masyarakat yang bahu-membahu mengatasi situasi ini. Pimpinan daerah meyakini bahwa kita bisa melewati situasi ini, hanya jika kita bersatu. Samakan tujuan, dan hindari polemik yang tidak perlu. Saat ini kita semua membutuhkan energi positif, karena musuh kita bersama hanya satu yaitu Covid-19, dan kita harus menang,” tegas Haryanto.
Haryanto menyampaikan optimisme Gugus Tugas untuk menekan angka pertambahan kasus di bawah 10.
“Satu minggu terakhir ini penambahan kasus baru kita kisarannya 0-2 kasus saja. Kita optimis kalau statistiknya seperti ini, kita akan lebih cepat kembali ke zona hijau. Hari ini jumlah pasien covid kita hanya tinggal 13 orang, dan kita harapkan angka itu akan bergerak menjadi nol,” jelas Haryanto.
Terkait perubahan kebijakan pemberlakuan PPKM level 2 di Kabupaten Manggarai Timur, Haryanto menyampaikan bahwa akan terbaca rinci pada Instruksi Bupati.
“Hari ini Instruksi Bupatinya sudah ditandatangani, nanti akan ada penjelasan rincinya di sana, terutama terkait aktivitas vital masyarakat seperti pendidikan,” tandas Haryanto. (adi)







