Gelar Kejurda, IPSI Flotim Kecewakan 2 Perguruan Pencak  Silat

Flotm IPSI

LARANTUKA kabarntt.id–Minim fasilitas dan dana dukungan, seleksi Kejurda IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Flotim Zona Tiga digelar ala kadarnya dan terkesan tidak ada persiapan. Tak ayal, dua  peserta perguruan pencak silat yang mengikuti seleksi kecewa.

Sesuai pantauan media ini di Lapangan Guang Girak, Kelurahan Ekasapta,  seleksi Kejurda Flotim Zona Tiga, Sabtu (4/3/2023), menuai kekecewaan dari organisasi dan perguruan di antaranya PSHT dan Perisai Diri.

Ketua Perisai Diri Flores Timur, Neris Kleden, kepada media ini mengatakan, seleksi ini banyak kelemahan, terutama karena belum terorganisir secara baik.

“Seperti kita lihat  bertarung hari ini juga standarisasi wasit dan juri itu belum ada. Untuk wasit yang berlisensi baru satu orang, yaitu dari  PSHT, sehingga kalau seleksi ini risikonya terhadap cedera atlet itu sendiri. Karena tidak ada aturan yang pasti,” jelas Neris.

Menurutnya, tim penilai IPSI Flotim  seharusnya  terdiri dari semua perguruan, namun dalam tim penilai dan semua kepengurusan IPSI Flotim semua berlatar belakang pencak silat lokal Flotim yaitu taosi.

“Harapan saya ke depan IPSI Flotim perlu dirombak dan dibenahi dan merangkul semua organisasi pencak silat yang aktif untuk masuk dalam kepengurusan IPSI  Flotim maupun panita itu sendiri, di antaranya kami Perisai Diri itu sendiri dan PSHT yang merupakan organisasi silat yang aktif di IPSI itu sendiri,” jelas Neris.

Neris juga berharap semua organisasi pencak silat duduk berdiskusi dan membahas kembali tentang IPSI Flores Timur. “Karena sudah lama, namun dalam perkembangan kurang berjalan dengan baik. Ke depannya seharusnya perguruan yang aktif ini bisa turut andil dalam IPSI Flotim,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Cabang PSHT Flores Timur, Yohanes Palyama.

“Kami dari PSHT itu mengirimkan 10 atlet. Targetnya semua masuk, namun kita lihat sendiri untuk pertandingannya kurang memenuhi standar. Tidak ada fasilitas pendukung yang sesuai standar seperti ruangan, timbangan, dan lain sebagainya. Jujur, kami agak kecewa namun kami tetap bertanding,” kata Yohanes.

Yohanes mengatakan, dirinya melihat ajang seleksi kali ini  IPSI Flores Timur kurang persiapan, mulai dari matras, dan body protector yang kurang menunjang.

“Memang kita bisa siapkan sendiri, namun di mana peran panitia IPSI itu sendiri?” ungkap Yohanes dengan nada kecewa. (abh)

Pos terkait