SOE kabarntt.id—Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaksanakan pemeriksaan tekanan darah (cek tensi) dan pemeriksaan gula darah gratis bagi masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Malaka.
Acara ini merupakan bagian dari kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).
Sosialisasi GeMa CerMat dan cek tensi gratis bagi peserta sosialisasi di Kabupaten TTS dilaksanakan di GMIT Pelita Oe’o, Desa Neke, Kecamatan Oenino, Rabu (20/7/ 2023).
Sedangkan acara GeMa CerMat dan pemeriksaan gula darah gratis di Kabupaten Malaka dilaksanakan di Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kamis (21/7/2023).
Melki Laka Lena, sapaan akrab Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam kegiatan sosialisasi GeMa CerMat di Kabupaten TTS dan Malaka mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga dan juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dalam menggunakan alat-alat kesehata dan obat-obatan.
“Bapak ibu sekalian, saya dengan teman-teman Kemenkes datang ke sini untuk memberitahu kepada bapak ibu sekalian bahwa dalam bidang kesehatan itu terkhususnya alat kesehatan dan obat-obatan kita harus menjadi konsumen yang cerdas dan menjadi orang yang cerdas dalam menggunakan alat-alat kesehatan dan obat-obatan, ” papar Melki Laka Lena.
Ketua DPD I Golkar NTT ini mengingatkan masyarakat agar saat membeli obat di apotek atau toko maupun kios tanpa resep dari dokter harus memperhatikan kemasan label obat, izin edar, dan kadaluarsa.
“Jadi bapak mama sekalian harus terbiasa apabila menggunakan obat itu harus lihat aturan atau langkah-langkahnya. Obat kalau kita tidak minum sesuai arahan dokter atau apoteker yang bilang minum kasih habis, itu penyakit semakin kebal dengan kita punya obat. Kalau dia punya aturan minum sampai habis, maka minum sampai habis. Atau aturan tiga kali satu, maka bapak mama harus ikut itu, bukan ikut bapak mama punya aturan yang dua kali satu agar cepat sembuh. Itu akan membuat kita overdosis atau keracunan obat. Jadi bapak mama dong, kalau atauran dua kali satu, maka ikuti aturan itu, jangan perbiasakan buat aturan sendiri atau buat gerakan tambahan. Itu sakit makin tambah nanti, ” pesan Melki.
Ketua Panja RUU Kesehatan ini juga mengingatkan masyarakat agar menyimpan obat yang benar.
“Penyimpanan obat ini juga menjadi penting. Saya sering lihat kalau kita itu sering simpan obat di sembarang tempat. Bapak mama sekalian, obat itu simpan di kulkas. Ditaruh di tempat yang sejuk, tapi umumnya itu sejuk suhu kamar saja. Sejuk itu artinya dia tidak terkena matahari secara langsung. Obat itu jangan taruh di dekat kaca, apalagi obat sirup. Karena kalau kena matahari pagi maka bisa jadi obat itu jadi racun. Obat ditaruh di tempat yang sejuk, biar dia punya kondisi itu tetap terjaga dengan baik, ” tutup politisi yang punya latar belakang apoteker ini. (go)







