Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Yehezkiel 18: 21 – 25
Mazmur Tanggapan Mzm 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8
Ref: “Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?”
Injil Matius 5: 20 – 26
“…tinggalkan persembahan di depan mezbah itu, dan pergilah berdamai dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahan itu”
Matius 5: 24
(Relinque ibi munus tuum ante altare, et vade prius reconciliari fratri tuo, et tunc veniens offeres munus tuum)
Kawan ku…
Ada yang lagi tak nyaman di hati. Ada ‘rasa tak enak begitu.’ Ini semua gara-gara sikapmu. Juga ada sekian banyak tindakanmu yang sungguh membuatnya mengalami kerugian.
Kawan ku…
Ini belum terhitung lagi dengan kata-katamu yang selalu saja cenderung menyudutkan, merendahkan, bahkan menghina. Dan, kawannku, kuakui pula, aku pun, seperti mu, kawan, juga miliki kebiasaan tak cantik ini.
Kawan ku…
Kau tahu, kita telah nyata-nyata ‘berlagak anggap remeh akan sesama. Kita rendahkan harga diri sesama dalam banyak cara, dan sungguh tak pedulikannya. Buruknya lagi, kita sepertinya tersenyum puas bila sesama target kita itu rasa terluka dan tersakiti. Dan lebih tragisnya lagi saat kita melukai hati sesama dengan dalil maut atas nama Tuhan.
Namun kawan ku…
Tampaknya Tuhan menegur kita. Lurus dan langsung. Jangan sekian nekat lanjutkan jumpa kita denganNYA dalam doa dan persembahan. Berdamai dahulu dengan sesama itu! Iya, dengan sesama yang telah diobok-obok nama baiknya dan ketenangan hidupnya.
Kawan ku…
Iya, kita berdua mesti berdamai dengan sesama itu. Ku tahu ini tak gampang, kawan. Iya, untuk kita yang telah anggap diri ‘lebih tinggi dan OK segalanya’ dari sesama.







