Menanam Harapan di Tanah Kering, Kisah Bhabinkamtibmas Aipda Virmon dan Kelompok Wanita Tani Nekmese

IMG 20251110 200522 1

KEFAMENANU KABARNTT.ID — Matahari pagi baru saja naik di atas perbukitan Timor ketika suara traktor mulai menderu pelan di Kelurahan Kefamenanu Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Udara masih sejuk, namun butiran debu mulai berterbangan di atas tanah yang kering dan retak-retak. Di antara para ibu yang sibuk menyiapkan lahan, seorang pria berseragam cokelat tampak ikut bekerja. Dialah Aipda M. Virmon, S.H., Bhabinkamtibmas yang pagi itu tidak sedang menegakkan hukum, melainkan menanam harapan.

Dengan senyum tenang, Ia mengemudi traktor dan membantu para anggota Kelompok Wanita Tani Nekmese mengolah tanah yang keras.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Kita mulai dari hal kecil saja, dari tanah ini. Kalau tanahnya hidup, orang juga bisa hidup lebih baik,” katanya lirih, seolah berbicara kepada dirinya sendiri.

Bagi Virmon, tugas seorang polisi tidak berhenti pada menjaga keamanan. Lebih dari itu, Ia merasa terpanggil untuk hadir dalam kehidupan warganya, menemani mereka berjuang, bergembira, bahkan berkeringat bersama. Sejak beberapa bulan terakhir, Ia aktif mendampingi kelompok tani di wilayah binaannya untuk mempersiapkan lahan jagung, mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.

Hari itu, Senin (10/11/2025), Ia datang bukan untuk memberi perintah, melainkan untuk ikut bekerja.

“Kalau Bapak Polisi mau bantu kami olah tanah, kami jadi semangat,” ujar Beatrix, ketua kelompok Tani Nekmese Binaan Bhabinkamtibmas Kefa Utara. Senyumnya lebar, matanya berbinar. Baginya, kehadiran polisi di ladang adalah hal yang tak biasa, namun menenangkan.

Pos terkait