KABARNTT.ID—Kematian dua warga NTT yang menjadi korban kekejaman KKB di Papua mendapat respon luas berbagai kalangan. Mayjen (Purn) Herman Musakabe, Gubernur NTT 1993-1998 juga memberi respon dan angkat bicara.
Kepada media ini, Sabtu (12/9/2026), anggota Legiun Veteran RI itu menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas peristiwa penembakan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang mengakibatkan tiga ASN Dinas Pertanian meninggal dunia, Rabu (9/9/2026). Dua dari tiga korban tewas itu adalah warga NTT. Ketiganya korban penembakan seusai menjalankan tugas meninjau program cetak sawah.
Tak tanggung-tanggung, Musakabe menulis surat terbuka kepada Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Karena itu Musakabe menyampaikan pernyataan sebagai berikut :
1. Mengecam dengan keras tindakan oknum pelaku yang menghilangkan nyawa 3 ASN yang sedang menjalankan tugas. Apa pun latar belakang konflik, kepentingan, atau persoalan yang ada, tidak ada alasan yang dapat membenarkan penghilangan nyawa secara sewenang-wenang. Perbuatan oknum tidak boleh digeneralisasi menjadi kesalahan suatu suku, kelompok, atau masyarakat tertentu.
2. Kami memohon dan mendesak Bapak Kapolri beserta jajaran untuk mengungkap peristiwa ini secara cepat, tuntas, profesional, transparan, dan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Pihak-pihak yang berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang cukup diduga terlibat agar segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Motif, rangkaian kejadian, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat juga perlu diungkap secara terang.







