
Provinsi NTT punya banyak hasil laut. Komodi perkebunan dan pertanian seperti kopi, pisang, kemiri, kakao, bawang, jagung banyak di NTT. Hasil-hasil dari bumi NTT ini bisa dengan mudah diekspor ke Timor Leste.
Dengan Darwin di Australia Utara, NTT punya ikatan kekerabatan. Sudah lama jalinan kerja sama ini terjadi dan berjalan. Ada pertukaran pelajar SLTP/SLTA. Ada pertukaran pemuda. Ada kunjungan pejabat pemerintah.
Dengan waktu tempuh cuma sekitar 45 menit terbang dari Bandara El Tari ke Darwin, sebenarnya terbuka peluang besar untuk sektor pariwisata.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef A. Nae Soi (JNS), tidak sulit mengejawantahkan mimpi dan obsesi meraup keuntungan di golden triange itu. Mimpi dan obsesi itu belum perlu yang besar-besar. Yang kecil dan sederhana bisa dilakukan. Misalnya, menggelar Kupang Expo saban tahun pada perayaan HUT Kemerdekaan RI. Australia dan Timor Leste ikut diundang hadir memamerkan atau mempromosikan kekayaan negaranya.
Sebaliknya juga sama. Ekspo yang sama juga digelar di Darwin dan Dili. Jika diselenggarakan secara rutin, even-even seperti ini niscaya membentuk branding atau merek sendiri dan menarik minat orang. Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki even terkenal dan sudah punya merek yakni sekaten. Para wisatawan di seluruh dunia sudah tahu jadwal sekaten saban tahun. Dan, setiap kali sekaten digelar, Kota Keraton itu sesak dengan manusia dari seluruh penjuru dunia. Kamar-kamar hotel, baik berbintang maupun melati, penuh.







