
“Jadi sudah beberapa desa yang kami lalui, sekarang rencana mau ke Wewewa Selatan tetapi belum pasti karena masih aman. Kemarin malam dan pagi tadi tidak bisa kita lakukan pengendalian, karena kita tidak bisa memantau, posisi wilayah Wewewa itu mendung. Kalau hujan terus selama tiga hari kita di posisi sangat aman,” ujar mantan Kabag Humas SBD ini.
Rofinus mengapresiasi dukungan dari provinsi. Setelah menginformasikan secara lisan serangan sejak hari pertama Kadis Pertanian Provinsi NTT langsung mengeluarkan surat untuk mengambil stok obat di Lewa, Sumba Timur.
“Satu-satunya stok yang kita miliki sekarang ini dari provinsi. Yang sementara kita upayakan adalah bagaimana caranya supaya tersedia stok tambahan. Kalau sudah ada kebijakan kita mungkin akan pinjam di Sumba Tengah,” ungkapnya.
Rofinus juga mengharapkan dukungan dari masyarakat dengan terus memberi informasi atau laporan yang tepat di mana posisi hama belalang ini bergerak. Pasalnya, belalang bergerak setiap hari dan tidak tinggal diam di satu tempat.
“Para petani yang memiliki lahan padi dan sawah harus bisa menjaga sawahnya. Petani tidak boleh jadi pesimis dan tidak menanam. Kita akan terus melakukan pengendalian seperti yang disampaikan Pak Bupati. Tidak mungkin kita membasmi sampai tuntas, tapi kita akan melakukan pengendalian dan terus menekan populasinya sampai ambang ekonomis, sehingga dia tidak menjadi hama tetapi menjadi makhluk hidup yang hidup seperti biasa dengan kita,” pungkasnya. (ota/advertorial)







