TAMBOLAKA kabarntt.id—Informasi bahwa virus rabies sudah masuk Sumba Barat Daya (SBD) ditepis Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang Wilayah Kerja Waikelo, SBD. Dengan demikian, SBD bebas rabies.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang Wilayah Kerja Waikelo, Drh. Verderika Lobo Kamis (13/10/2022) lalu usai peresmian gedung baru Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang Wilayah Kerja Waikelo membenarkan SBD bebas rabies.
Dokter Verderika menyebut kalau hingga sekarang belum ada satupun kasus rabies yang terjadi di SBD. Memang awalnya diduga ada indikasi anjing rabies, namun setelah keluar hasil pemeriksaan laboratorium dengan hasil negatif, informasi itupun terpantahkan kebenarannya.
Pihaknya sebagai garda terdepan dalam menjaga pintu masuk wilayah SBD, kata Verderika, tentu akan menemukan adanya hewan-hewan yang secara aturan dilarang masuk. Beberapa waktu lalu pihaknya mengamankan anjing yang sempat masuk yang berasal dari zona merah.
“Anjing yang masuk ini berasal dari Ende yang wilayahnya itu ditetapkan sebagai zona merah sehingga mau tidak mau harus ditahan dan dilakukan pemusnahan walaupun dia punya surat lengkap,” katanya.
Pemusnahan harus dilakukan agar ke depan tidak ada lagi anjing yang masuk SBD. Langkah ini diambil untuk menjaga agar SBD tetap aman dari virus anjing rabies.
Verderika menegaskan, pihaknya akan intens menjaga pintu masuk dan keluar SBD. Kalaupun kemudian ada yang memasukkan hewan lewat jalur tikus ataupun lainnya itu bukan kewenangan pihaknya, karena sesuai aturan dari Permentan pintu masuk yang menjadi kewenangannya hanya di Waikelo, Waingapu dan Bandara Tambolaka.







