Mengakhiri sambutannya, Falent menegaskan bahwa persaudaraan adalah kekuatan utama masyarakat TTU dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Di tanah Timor Tengah Utara ini kita mungkin berbeda agama, tradisi dan latar belakang, tetapi kita dipersatukan oleh satu hal yang jauh lebih besar dari perbedaan itu, yakni persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” pungkasnya.







