Di berbagai kesempatan sebelumnya, George berulang kali menegaskan, dalam rangka menekan inflasi dan menghadapi krisis global yang diprediksi melanda dunia pada tahun 2023 mendatang, Pemerintah Kota Kupang perlu melakukan langkah antisipasi.
Salah satunya adalah dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur, baik milik pemerintah, warga maupun pihak ketiga, untuk ditanami tanaman produktif serta tanaman hortikultura yang selama ini memberi kontribusi terhadap laju inflasi, seperti cabai, tomat dan bawang. Lahan di RT 1 RW 1 Kelurahan Naimata, menjadi lahan pertama sasaran program ini.
Program ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di daerah belum lama ini.
Menurutnya, invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan ekonomi global mengalami efek dari pertumbuhan yang lebih lambat dan inflasi yang lebih cepat. Dampaknya, harga komoditas yang lebih tinggi karena rantai pasokan pangan dan energi terganggu dan mendorong peningkatan inflasi, serta ekonomi dan perdagangan akan terganggu, menyebabkan krisis finansial sehingga pertumbuhan ekonomi terancam mengalami kontraksi.
Kunci utama pengendalian inflasi, menurutnya, adalah menjadikannya sebagai isu prioritas dan sinergi semua stakeholder seperti saat penanganan pandemi Covid-19.
Langkah antisipasi lainnya adalah gerakan tanam pangan cepat panen, yakni menanam tanaman pangan cepat panen seperti cabai, bawang dan lainnya sebagai upaya mencukupi ketersediaan pangan rumah tangga. Gerakan inilah yang sudah mulai dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang. (pkp_ans)







