Bank NTT HUT Ke-60, Momentum Sustainabiliti, Konsisten dan Kesesuaian  

bank ntt1

Pencapaian ini memberikan optimisme yang kuat guna “Momentum Sustainability” dapat terus diakselerasi dengan transmisi evaluasi, perbaikan, penyesuaian sehingga Optimalisasi dapat meningkatkan Kontribusi Bank NTT bagi pembangunan dan pemulihan ekonomi di NTT.

Sementara itu, berdasarkan data, kinerja keuangan Bank NTT dan prospek pertumbuhan kinerja bank yang menunjukkan adanya peningkatan, meskipun belum berimbang dengan gelombang ketidakpastian situasi global ekonomi dan keuangan yang terus berlanjut. Perkembangan kinerja keuangan Bank NTT sampai dengan semester I Tahun 2022, masih menunjukkan portofolio kinerja keuangan yang positif, dengan beberapa indikator keuangan seperti:

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!
  1. Total Asset Bank NTT 30 Juni 2022 tercatat sebesar Rp. 17.41 Triliun atau naik sebesar Rp.1.6 Triliun dari realisasi 31 Desember 2021. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kualitas asset masih terus berkembang dengan baik yang dibuktikan dengan pertumbuhan kredit yang masih baik, dimana sampai dengan bulan Juni 2022 angka kredit tercatat sebesar Rp.11.26 Triliun atau naik sebesar Rp.211.6 Milyar dari posisi bulan Juni 2021.
  2. Pertumbuhan Kredit diatas tidak terlepas dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga menunjukkan pertumbuhan positif, dimana sampai dengan Juni 2022 DPK tercatat sebesar Rp.14.17 Triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar Rp.1.66 Triliun atau 13.32 % dari posisi 31 Desember 2021. Pertumbuhan DPK sampai dengan posisi Juni 2022 masih didominasi Pos Simpanan Berjangka sebesar 44.07 %, diikuti oleh Giro sebesar 30.28% dan tabungan sebesar 25.65%. Kondisi portofolio kredit dapat disimpulkan tetap menunjukkan performa yang baik, hal itu nampak dari rasio LDR sampai dengan bulan Juni 2022 tercatat sebesar 83.86%, artinya pergerakan ekspansi yang dilakukan masih berada dalam porsi seimbang dengan pertumbuhan DPK yang berhasil dihimpun sampai dengan saat ini.
  3. Dari sisi permodalan Bank masih sangat kuat yang ditunjukkan dengan rasio KPMM sampai dengan juni 2022 tercatat sebesar 24.36%, dimana sampai dengan posisi Juni 2022 modal Bank tercatat sebesar Rp.1.81 Triliun. Rasio KPMM masih berada diatas standar yang ditetapkan dan melalui Capital Management Bank, Manajemen senantiasa berusaha menjaga agar rasio KPMM terus bertumbuh secara berkesinambungan.
  4. Rasio Rentabilitas Bank terukur dari beberapa rasio antara lain; Rasio Return on Asset (ROA) per Juni 2022 tercatat sebesar 1.63%, rasio ini menunjukkan pertumbuhan laba terus meningkat sesuai dengan yang diharapkan, Rasio Return on Equity (ROE) posisi Juni 2022 tercatat sebesar 9.75% artinya pertumbuhan ekuitas masih cukup kuat sehingga mampu menopang kekuatan modal bank saat ini, dan rasio Net Inters Margin per juni 2022 sebesar 7.26% yang artinya manajemen juga terus memperbaiki tingkat suku bunga yang disesuaikan dengan regulasi dan tidak membebani nasabah/debitur. NPL sebesar 2.69% di bulan Juni 2022.

Secara internal Bank NTT dalam menjaga momentum sustainability harus bersama cerdas dan peduli dalam spirit transformasi yang berkelanjutan, sehingga di hari ini hadir:

  1. Pimpinan PT. IKKAT program 1.000 koperasi digital (GESIT) Gerakan Digitalisasi Koperasi NTT Bangkit dan Professor Dr. Ingtiyas Utami (Staf Khusus Gubernur melalui Daring).
  2. Direktur Ritel & Syariah Bank DKI dalam rangka kerja sama dengan Bank NTT guna mendukung program kerja Bapak Gubernur NTT di Sektor Pariwisata, sistem pembayaran yang modern uang elektronik menjadi salah satu instrument di waterfront dan dapat juga direplikasi implementasinya diseluruh potensi penerimaan daerah (parkir wisata dan lain-lain).
  3. Direktur Hitachi Indonesia, kerjasama biller dalam salah satu produk digital Bank NTT (Dia Bisa) akan Go Nasional dapat dipasarkan diseluruh Indonesia sehingga fee based Bank NTT makin meningkat.
  4. Kolaborasi dengan Grab (PT Grab Teknologi Indonesia) guna membantu pemasaran dan pengiriman produk UMKM NTT di wilayah Kota Kupang.
  5. Deputi Direktur BPJS TK Wilayah Bali Nusa Tenggara dan Papua, guna dalam kerjasama dengan Bank NTT dalam Pembayaran Iuran Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
  6. Direktur PT Garuda Sertifikasi Indonesia, Penyerahan Sertifikat ISO-37001-2016 tentang Sistem Menajemen Anti Penyuapan (SPAM) dalam mendukung tercapainya tata kelola bank yang sehat bersih dari Suap, Pungli, Gratifikasi Bank NTT.
  7. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum & HAM Provinsi NTT, Ibu Marciana Dominika Jone, S.H dalam Penyerahan sertifikat Pendaftaran Pendirian Perseroan Perorangan untuk mendukung pelaku UMKM memiliki Perseroan Perorangan dalam memudahkan para pelaku usaha mikro dan kecil mengembangkan usaha yang dimiliki sehingga terciptanya kondisi atau iklim usaha ramah investasi, responsif dan bersaing serta penyerahan secara simbolis sertifikat pendaftaran merek kementrian Hukum dan HAM Provinsi NTT, sertifikat merek diberikan kepada pelaku UMKM Binaan Bank NTT.

Diakui bahwa usia 60 tahun bukanlah suatu perjalanan yang singkat, 60 tahun menjadi tantangan bagi Bank NTT untuk tetap konsisten dalam dunia perbankan dan siap mengikuti perkembangan dunia digitalisasi yang sangat cepat, jika kita mengikuti sejarah berdirinya Bank NTT pada tanggal 17 Juli 1962, banyak perubahan inovasi dan transformasi yang sudah dilakukan mulai dari layanan konvensional ke layanan Digital.

Pos terkait