Terkait lamtoro teramba, jelas Bupati Masneno, pasti akan bertumbuh baik dan dalam kurun waktu 6 bulan sudah bisa dilihat hasilnya.
“Lokasi ini bisa jadi lokasi perkebunan lamtoro teramba yang luar biasa, bisa memenuhi kebutuhan pakan ternak di sini, bahkan bisa dijual ke luar,” ungkapnya.
Sementara Kades Kuimasi, Maksen A. F. Lifu, mengungkapkan, menanam lamroto dan jagung berawal dari masyarakat yang mencari nafkah di luar daerah dan atas dukungan masyarakat dirinya membuka lahan ini demi mata pencaharian masyarakat Desa Kuimasi sekaligus mendukung program Revolusi 5P dan program TJPS.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah hingga desa, BPD hingga masyarakatnya.
“Saya cukup berbangga dan berterima kasih karena masyarakat juga mendukung kegiatan ini. Dana yang dihabiskan untuk lahan seluas 20 hektar ini mencapai Rp 122 juta yang bersumber dari dana desa. Terima kasih juga bagi Pemkab Kupang yang dengan cepat merespon untuk hadir pada kegiatan ini,” ujar Maksen.
Turut mendampingi anggota DPRD Kabupaten Kupang, Arnoldus Mooy, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kupang, Amin Djuariah, Kadis Peternakan Kupang, Lecky Matte, Kabag Umum, John Sula, Kabag Prokopim, Beni Selan, Kepsek SMK PPN Kupang, Danramil 1604 Camplong, Kades se-Kecamatan Fatuleu, Kordinator PPL se -Kecamatan Fatuleu dan masyarakat setempat. (prokopim kupang)







