LARANTUKA kabarntt.id-–Tim dokter ahli bedah baik dari RSUD dr. Hendrikus Fernandes Larantuka, Tim RS dr. Sutomo Surabaya, RSUD TC Hilers Maumere, dan RSUD Prof. Dr. W Z Johannes Kupang, dengan berat hati mengucapkan turut berduka cita dan belasungkawa atas meninggalnya salah satu bayi kembar siam, Laurentina.
Menurut Kabid Informasi, PSDM dan Rekam Medik RSUD dr Hendrikus Larantuka, dr. Paulus Lameng, setelah menjalani operasi pemisahan, kondisi Laurentina dan Laurentini sebenarnya mulai membaik. Tak dinyana sejak Kamis (11/5/2023) malam, kondisi Laurentina memburuk.
Gejalanya, demam, juga distress nafas. pasien sudah memakai WSD untuk mengurangi gangguan pernafasan, dan bayi masih memakai alat bantu napas (ventilator).
Kondisi sebaliknya dengan kembarannya, Laurentini, yangkondisi umumnya stabil, gerak aktif, tidak ada gangguan nafas dan pencernaan. minum ASI-nya pun normal secara langsung masih terus ditingkatkan. BAB dan BAK lancar, saluran infus direncanakan akan dilepas secara bertahap sesuai kondisi pasien.
“Kedua bayi secara berlanjut terus dipantau oleh tim medis setiap waktu, baik secara langsung di ruang NICU RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka dan via daring lewat zoom. Saat ini perawatan masih dengan pembatasan ketat pengunjung di sekitar ruangan,”jelas dr. Paulus Lameng.
Namun di luar kuasa manusia, kata Lameng, setelah dilakukan resusitasi selama kurang lebih satu jam pada bayi Laurentina, kondisi bayi mulai menurun dan sudah tidak bisa tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter pada pukul 14.35 wita, hari Jumat sore.
Lameng menambahkan, menurut tim dokter penyebab kematian Laurentina adalah gagal nafas. Jenazahnya sudah dipulangkan melalui penyeberangan kapal motor Tobilota, Wotan Ulumado. (abh)







