Terhadap hal ini, Nyoman mengapresiasi dukungan Bank NTT karena digitalisasi pasar tradisional sangat penting di dalam membangun digital di NTT.
Apalagi di NTT saat ini mengalami kenaikan sebesar 338 persen merchant Qris, atau meningkat dari 31.000 menjadi 105.000.
“Terima kasih kepada seluruh PJP, termasuk Bank NTT yang sangat luar biasa. Begitu juga di Kabupaten Ngada ini mengalami kenaikan merchant Qris 467 persen, atau dari sekitar 600an menjadi 19.000,” sebut Nyoman.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa sudah sedemikian banyak yang dilakukan Bank Indonesia dalam rangka menuju digitalisasi.
“Tetapi di tahun 2022 ini, kita targetnya tidak hanya merchant, tetapi juga user yaitu sebanyak 345.000, dibandingkan jumlah penduduk sebesar 8-9 persen. Kami berharap dengan dukungan dari gubernur, pemerintah kabupaten-kota juga seluruh PJP dan Bank NTT, target ini kita akan capai di tahun 2022,” sebut Nyoman disambut tepuk tangan hadirin. (humas bank ntt)







