Menurutnya, jika perlu rapid antigen dilanjutkan dengan tes PCR kepada semua korban yang ada di lokasi pengungsian untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19.
Untuk warga yang rumahnya rusak berat dan tidak dapat digunakan lagi, Gubernur VBL minta kesediaan warga untuk direlokasi di lahan yang sedang disiapkan Pemkot. Pemerintah Kota Kupang akan menyiapkan lokasi kurang lebih 5 hektar untuk relokasi para korban sementara rumah warga tersebut akan dibangun dengan dana bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Tentang tanah untuk relokasi, Gubernur minta agar Pemkot Kupang segera membereskan urusan tersebut.
Menanggapi permintaan tersebut, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore memastikan akan membereskan secepatnya. Jefri mengatakan, pihaknya siap berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait pengurusan kepastian kepemilikan tanah.
Malam sebelumnya Jefri telah melakukan pertemuan dengan para camat dan lurah dan menginstruksikan untuk segera menginventarisir tanah milik Pemkot Kupang yang masih kosong dan bisa dimanfaatkan.
Lokasi yang potensial sebagai lahan relokasi, menurut Jefri, ada di wilayah Manulai 2. Pemerintah Kota Kupang akan segera membereskan urusan administrasi terkait tanah tersebut untuk segera dilaporkan kepada pemerintah pusat.
Saat ini, kata Jefri, dari data yang telah dihimpun petugas di lapangan tercatat kurang lebih 475 warga terdampak badai seroja yang harus direlokasi.
Selain di Kelurahan Oebufu, Gubernur dan Walikota juga menyambangi beberapa lokasi pengungsian lainnya seperti Gereja GMIT Kaisarea BTN di Kelurahan Kolhua, SD Inpres Labat, Kelurahan Bakunase II serta lokasi pengungsian di Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen. (pkp_ans)







