Hari Pangan Sedunia ke- 44, Bapanas Gelar GPM di TTU

IMG 20231018 094650
Warga mengantri untuk membeli beras di lokasi Gerakan Pangan Murah

KEFAMENANU kabarntt.id – Dalam rangka hari pangan sedunia ke- 44, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Senin (16/10/2023) di Lapangan depan Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati TTU.

Kepala Bidang (Kabid) Distribusi Dan Cadangan Pangan, Robertus Nggorong menjelaskan Dinas Ketahanan Pangan TTU menyediakan 5 komoditi bahan pangan pokok dengan harga terendah.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Lanjutnya, dalam menyediakan bahan pangan murah, Dinas Ketahanan Pangan TTU bekerjasama dengan 15 mitra atau Vendor Bai dari BUMN pangan, ID Food serta beberapa vendor dan pedagang distributor yang ada di Kabupaten TTU.

Dijelaskannya, GPM ini sudah berlangsung sebanyak 6 kali di 3 lokasi berbeda.

“GPM ini sudah kita laksanakan sebanyak 6 kali, dimana 2 kali GPM di PLBN Napan, 2 kali di PLBN Wini dan 2 kali di dalam wilayah Kota Kefamenanu,” tuturnya.

Sementara, Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan, Marsel Berek menjelaskan, kegiatan pangan murah dilaksanakan dalam rangka Hari Pangan 2023 melibatkan mitra-mitra terkait yakni ID Food, TPID Kabupaten TTU, UD Cakrawala, UD Sinar Mulia, Wingsfood, Alfamart dan Roti Beta.

Ia mengatakan, komoditas-komoditas yang diperjual belikan, kata Marcel Berek antara lain beras, minyak goreng, telur, gula pasir dengan harga yang lebih rendah terjangkau daripada harga pasar.

Adapun beras yang disiapkan oleh perum Bulog Atambua, menurut Marcel sebanyak 7 ton untuk gerakan pangan murah dan beras CCP (cadangan pangan pemerintah) untuk 3 Kelurahan Kecamatan Kota.

“Kegiatan pangan murah berjalan bagus dan beras yang disediakan untuk pangan murah sebanyak 7 ton terjual habis. Begitupun komoditas lainnya juga berjalan lancar dan banyak terjual ,”ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya berencana setiap minggu ada kegiatan bazar murah untuk mengatasi inflasi sebagai bentuk Intervensi dari pemerintah.

“Kita sementara koordinasi dengan Perum Bolug Atambua dan mereka siap, tetapi mungkin pada bulan berikutnya”, imbuhnya.

Ia mengharapkan masyarakat bisa memanfaatkan pangan murah yang ada, untuk membeli segala kebutuhan yang terjual di bawah harga pasar.

“Untuk beras, satu karung Rp 53 ribu kemasan 50 kilo. Kalau dijual perkilo Rp 10. 600 kemasan 5 kilo. Sementara harga dipasar mencapai Rp 15 ribu bahkan Rp 16 ribu maka kita mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan baik yang ada ini”,tukasnya.

Yohana Teresia, salah satu warga yang mendatangi Gerakan Pangan Murah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini dinas terkait karena melalui kegiatan pangan murah tersebut dapat meringankan beban belanja masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih karena di kegiatan pangan murah ini, harga sembako sedikit murah. Beda dari harga jual di Toko atau tempat jual lainnya. Ini sangat membantu kami masyarakat,” ucapnya.

Pantauan media, kegiatan zoom meeting tersebut di hadiri Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan, Kabid ketersediaan dan kerawanan pangan Dinas Ketahanan Pangan kabupaten TTU, Kabid IKP Dinas Kominfotik Kabupaten TTU. (Siu)

Pos terkait