“Diperlukan peran aktif dari semua pihak, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan terutama orang tua di rumah. Mereka punya peran penting dalam memberikan pemahaman dan pengawasan agar generasi muda terhindar dari perilaku berisiko,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten TTU berharap, melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat, angka penularan HIV/AIDS di daerah perbatasan ini dapat terus ditekan, serta warga semakin sadar akan pentingnya pencegahan dan pemeriksaan dini. (siu)







