Kasus HIV/AIDS di TTU Capai 115 Orang, Dinkes Gencarkan Pemeriksaan Dini

IMG 20251031 110921

KEFAMENANU KABARNTT.ID — Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, terus menunjukkan tren peningkatan. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan setempat kini memperkuat upaya penanggulangan melalui pemeriksaan dini dan pelayanan pengobatan di puskesmas.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan TTU, Basilius Funan Haumein, mengatakan, pada tahun 2023 tercatat 63 kasus baru, kemudian 35 kasus pada 2024, dan hingga pertengahan 2025 ditemukan 17 kasus baru.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Total hingga Juni 2025 terdapat 115 kasus aktif di wilayah TTU, terdiri dari 106 orang dewasa dan 9 anak-anak usia 6–8 tahun. Semua berdomisili di Kabupaten TTU,” kata Basilius di Kefamenanu, Kamis (31/10/2025).

Dari sebaran wilayah, Puskesmas Sasi mencatat jumlah tertinggi dengan 40 kasus, disusul Puskesmas Noemuti sebanyak 22 kasus, Puskesmas Oelolok dengan 17 kasus, dan sisanya tersebar di 21 puskesmas lain di seluruh TTU.

Saat ini terdapat delapan puskesmas dengan pelayanan dan pengobatan (PDP) aktif yang menangani pasien HIV/AIDS di wilayah tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten TTU terus mengintensifkan pemeriksaan dini (screening) bagi masyarakat berisiko tinggi.

“Target kami di tahun 2025 ini menyasar 9.594 orang dengan risiko HIV. Hingga saat ini sudah 6.628 orang yang menjalani screening,” ujar Basilius.

Ia menambahkan, penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah semata. Menurutnya, peran masyarakat, tokoh agama, dan keluarga sangat penting dalam membangun kesadaran bersama.

Pos terkait