Lebih lanjut Inche menegaskan, keputusan memberhentikan ketua dan Sekretaris Golkar Alor itu diambil melalui keputusan rapat pleno DPD I Golkar NTT.
“Artinya keputusan ini bukan keputusan sepihak Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Melki Laka Lena bahkan mengulur waktu pemberhentian sementara waktu ini dengan pertimbangan memberi waktu lebih lama lagi kepada Ketua Golkar Alor untuk membereskan konsolidasi. Nyatanya sejauh ini konsolidasi tidak tuntas juga. Jadi semangat DPD Golkar NTT adalah menyelamatkan Golkar Alor,” kata Inche.
Inche mengatakan, dalam SK pemberhentian itu juga diminta agar Sulaiman Singhs dan Benyamin Alokafani aktif membantu Plt Ketua dan Plt Sekretaris Golkar Alor membereskan konsolidasi organisasi dan merapikan kelengkapan administrasi partai hingga ke tingkat bawah.
Inche memastikan, keputusan pemberhentian sementara ini sudah dilaporkan ke DPP Golkar.
“DPP Partai Golkar sudah mendapat penjelasan tentang proses dan putusan hasil rapat pleno DPD PG NTT tentang penunjukan Plt. Ketua dan Plt. Sekretaris DPD Golkar Alor dan memahami langkah DPD Partai Golkar NTT untuk menunjuk Plt. Ketua dan Plt. Sekretaris untuk persiapkan verifikasi parpol di Alor yang tidak bisa dilakukan oleh Ketua DPD PG Alor saat ini,” kata Inche.
Inche mengatakan, Sulaiman Singhs dan Benyamin Alokafani diminta kooperatif dan bekerja sama dengan Plt Ketua dan Plt Sekretaris Golkar Alor untuk menuntaskan konsolidasi partai dan administrasi untuk pendaftaran di KPU.
“Jika tidak kooperatif dan bertindak melawan, menyebarkan informasi tidak benar ke publik, DPD Golkar NTT akan mengambil tindakan tegas, bisa mempermanenkan pembehentian. Hal ini juga sudah dikonsultasikan ke DPP Golkar,” tegas Inche.







