Apel juga melibatkan personel TNI, Sat Samapta Polres TTU, Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, BPBD, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, dan komunitas ojek. Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan.
Dalam amanatnya, Kapolres TTU menegaskan bahwa Operasi Patuh Turangga 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, menekan angka pelanggaran, mengurangi risiko kecelakaan, serta membangun perilaku berkendara yang mengutamakan keselamatan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pelaksanaan operasi mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara profesional, proporsional, serta humanis. Seluruh personel diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing dengan tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolres juga mengingatkan bahwa pita tanda operasi yang disematkan bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pengingat bagi setiap anggota untuk menjaga integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
Dalam pelaksanaan operasi, Kapolres menekankan pentingnya pendekatan humanis melalui prinsip Senyum, Sapa, Salam, serta sikap sopan dan santun kepada masyarakat. Personel diminta menghindari tindakan arogan yang dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Selain penegakan hukum, kegiatan edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas juga akan ditingkatkan. Sasaran edukasi mencakup pelajar, mahasiswa, komunitas pengendara, pengemudi angkutan umum, serta berbagai kelompok masyarakat pengguna jalan lainnya.







