Panen Jagung di Lahan Rutan Kefamenanu, Target Produksi Capai 12 Ton

IMG 20261005 WA0006

Ia mengatakan telah mengelola lahan tersebut selama hampir satu tahun. Sebelum ditanami jagung hibrida, lahan tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai tanaman hortikultura seperti sawi, kangkung, tomat, cabai, pare, patola dan kacang panjang.

Hasil panen hortikultura tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena lokasi kebun cukup dekat dengan pasar. Pembeli juga dapat datang langsung dan memetik hasil pertanian dari kebun.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Untuk mendukung budidaya jagung pada musim kemarau, lahan tersebut dilengkapi sumur bor yang dimanfaatkan sebagai sumber air bagi tanaman.

Jagung yang dibudidayakan merupakan jagung hibrida Nusa Timor 7701. Penggunaan varietas tersebut diharapkan mampu mendukung produktivitas tanaman meski ditanam pada kondisi musim kemarau.

“Untuk mendukung penanaman jagung saat musim kemarau, kami memiliki sumur bor yang dapat membantu kebutuhan air tanaman. Target kami panen bisa mencapai 10 sampai 12 ton,” ujarnya.

Pendampingan teknis dilakukan tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kota Kefamenanu.

Koordinator Penyuluh BPP Kota Kefamenanu, Cornelia Moenesu, mengatakan kerja sama antara Mas Cahyo dan Rutan Kefamenanu telah berlangsung sejak Mei 2025.

Menurutnya, lahan sekitar 0,80 hektare yang kini ditanami jagung sebelumnya digunakan untuk berbagai komoditas hortikultura. Namun, dalam rangka mendukung program swasembada pangan, petani kemudian didorong mengembangkan tanaman jagung.
Ia menjelaskan, jagung ditanam dengan jarak 40 x 50 sentimeter.

Benih yang telah ditanam kemudian ditutup menggunakan sekam untuk menjaga kelembapan tanah sekaligus membantu proses perkecambahan.

Pos terkait