Sementara kebutuhan air tanaman dipenuhi melalui sumur bor yang dialirkan menggunakan saluran yang telah tersedia di lokasi.
“Varietas hibrida dipilih karena memiliki ketahanan yang baik terhadap cuaca panas serta mampu menghasilkan produktivitas lebih tinggi. Ini menjadi salah satu strategi menghadapi kondisi iklim yang tidak menentu,” katanya.
Melalui kolaborasi antara Rutan Kefamenanu, petani lokal dan penyuluh pertanian, pemanfaatan lahan negara tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengoptimalkan lahan kosong menjadi lahan pertanian produktif. (siu)







