“Tapi kalau kalian kasih saya itu data palsu, bahaya saya ini. Sehebat apapun saya kerja, palsu semua ini. Bisa berubah tidak? Caranya? Bagaimana caranya? Datanya harus benar atau palsu? Orang yang terima harus benar atau tidak?” tanya Viktor.
Gubernur menambahkan, “Kalau dapat gratis, semua (orang) akan minta miskin. Benar tidak? Janganlah kepala desa, lurah, udahlah”.
“Saya ndak peduli siapa dia, agamanya apa, suku apa, saya ndak peduli. Selama dia miskin, tanggung jawab gubernur untuk membereskan. Karena itu, saya butuh data riil. Data ini harus disiapkan. Berhentilah dalam kemunafikan kita. Masak kamu bikin malu gubernur. Ini gubernur kalian ini. Masak bikin malu saya? Nanti kalau saya gagal, orang bilang masak Lembata pilih gubernur abal-abal, gubernur palsu macam begitu. Masak kalian tidak malu,” ucap Gubernur Viktor. (*/ona)







