BORONG kabarntt.id—Sebanyak 24 warga Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil rapid test antigen.
Puluhan warga ini positif Covid-19 dari hasil rapid test yang dilakukan, Selasa (1/3/2022), oleh petugas dari Puskesmas Ketang.
Impaknya, Kepala Desa Golo Tolang, Arkadeus Ngalas, yang turut memantau pelaksanaan rapid menegaskan pemdes sudah menghimbau agar warga yang positif menjalankan karantina mandiri sambil menanti petugas kesehatan untuk melakukan penanganan yang sesuai dengan peraturan Covid-19.
“Untuk 24 orang yang terpapar covid-19 saya perintahkan untuk karantina mandiri. Kalaupun gejalanya parah maka kita langsung bawah ke shelter Covid-19 Kabupaten Manggarai Timur.
Pemdes, kata Arkadeus, bersama lembaga pendidikan dan puskesmas akan terus berkoordinasi dan melakukan sosialisasi serta mengunjungi mereka dari rumah ke rumah,” tegas kades Arkadeus.
Petugas Puskesmas Ketang mendata 12 orang siswa dari SDN Ketang, 6 orang siswa SMAN 5 Kota Komba, 1 orang tenaga kesehatan Puskesmas Ketang, serta 5 orang masyarakat, hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19.
Salah satu petugas laboratorium Puskesmas Ketang, A Albertus Handu, yang ikut memeriksa menuturkan, dari hasil rapid test itu 24 orang dinyatakan positif.
“Untuk penanganan awal, petugas berikan beberapa jenis obat seperti cavipleks dan paracetamol guna menjaga agar imun tubuh mereka tetap stabil. Kami juga ingatkan mereka untuk patuhi protokol kesehatan selama masa karantina sambil menunggu hari kelima untuk kita lakukan rapid lagi,” kata Handu.
Salah seorang siswa SMA Kota Komba yang positif Covid-19 bernama Etin menjelaskan, adapun gejala yang mereka alami yakni kepala pusing, bersin hingga tenggorokan sakit.
“Kepala terasa pusing, tenggorokan sakit, bersin dan daya tahan tubuh mulai tidak stabil,” jelas Etin.
Sementara itu Kepala SDN Ketang, Honoratus Mamilianus, mengatakan berdasarkan surat edaran dari Dinas PPO Kabupaten Matim untuk lembaga pendidikan SDN Ketang akan menerapkan belajar dari rumah selama dua pekan.
“Tadi surat pemberitahuan dari Dinas PPO Matim sudah saya terima. Saya sudah umumkan ke seluruh siswa untuk belajar dari rumah selama dua minggu,” kata Honoratus. (adi)







