Sementara itu, empati ditunjukkan melalui kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan pertolongan.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian isi sambutan tersebut.
Menpora juga mengajak generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi, bekerja keras, serta terus mengembangkan kemampuan tanpa kehilangan kepedulian terhadap orang lain.
Generasi muda diharapkan tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga bersedia melayani dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa melalui ilmu pengetahuan, karya, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar diperingati setiap tahun.
Menutup sambutannya, Menpora mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun generasi muda yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan.
“Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan Menteri Pemuda dan Olahraga dalam sambutannya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.
Peringatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat pengabdian, serta mendorong generasi muda agar berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa dengan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. (siu)







