Dengan kemampuan produksi air bersih 150 liter/detik, SPAM Kali Dendeng diperkirakan mampu melayani kebutuhan air bersih untuk 12 ribu sambungan rumah (SR).
Saat ini baru 1000 SR yang terlayani. Untuk bisa mencapai rumah-rumah warga, perlu dilakukan pemasangan pipa sekunder dan tersier yang membutuhkan dana sekitar Rp 35 hingga Rp 46 miliar.
Selain itu, sesuai dengan komitmennya untuk pemasangan SR bagi warga kurang mampu dilakukan secara gratis, dibutuhkan dana sekitar Rp 30 miliar, yang untuk sementara ditanggung oleh Pemkot Kupang dan nantinya akan diganti dengan bantuan “water hibah” dari pemerintah pusat.
Jefri memperkirakan total dana yang dibutuhkan kurang lebih Rp 76 miliar, yang perlu disiapkan oleh Pemkot Kupang, yang salah satu sumber utamanya berasal dari pajak.
Untuk itu, Jefri yang pernah menjadi Direktur Keuangan dan Pengawasan pada Jakarta Convention Centre itu mendorong Bapenda Kota Kupang untuk mengkreasi terobosan-terobosan yang out of the box supaya bisa mencapai pendapatan asli daerah yang ditargetkan.
Selain bekerja sama dengan perbankan untuk pemanfaatan fitur-fitur pembayaran online, Bapenda juga, menurutnya, perlu mempertimbangkan kreasi berupa insentif bagi wajib pajak yang disiplin.
“Insentif dimaksud bisa berupa potongan pajak, bisa juga berupa hadiah-hadiah. Jadi tidak hanya sekadar kertas penghargaan bagi wajib pajak panutan,” tambahnya.
Tak lupa Jefri mengingatkan pentingnya transparansi dari penerimaan pajak oleh para petugas, sehingga tidak ada persoalan hukum di kemudian hari.







