Pada dasarnya, Wali Kota Pasuruan yang juga Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) dan akrab disapa Gus Ipul itu menyatakan pihaknya siap menyambut para kepala daerah delegasi sebagai tuan rumah penyelengaraan rakerwil tahun depan.
Kedua kepala daerah tersebut kemudian saling bertukar cinderamata dan melanjutkan pertemuan dengan makan siang bersama.
Usai makan siang, Gus Ipul mengundang Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, untuk ikut meninjau secara langsung Mal Pelayanan Publik (MPP) dan sentra UMKM Kota Pasuruan.
Jefri Riwu Kore terkesan dengan penerapan MPP Kota Pasuruan tersebut. Menurutnya, konsep MPP merupakan inovasi pemerintah yang dapat mengurai benang kusut birokrasi dengan memanfaatkan sistem satu data agar antar instansi pemerintah dapat berkolaborasi menciptakan pelayanan yang cepat bagi masyarakat.
Jefri berharap ke depan MPP juga dapat diterapkan di Kota Kupang. “Mal Pelayanan Publik diperlukan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan dengan cepat, murah dan mudah, karena berada di satu lokasi dan sistem datanya sudah terintegrasi dengan baik. Saya terkesan dengan inovasi Mal Pelayanan Publik milik masyarakat Kota Pasuruan ini dan berharap Kota Kupang juga dapat segera memilikinya,” ujar Jefri.
Kepada Jefri, Gus Ipul menjelaskan sejak bulan Mei 2022 baru ada 11 dari 19 instansi internal pemkot yang membuka pelayanan di mal. Tahun ini targetnya seluruh instansi sudah bisa ikut serta.
Selain 19 instansi pemkot, diharapkan semua instansi vertikal dapat ikut membuka pelayanan di mal, seperti kepolisian, imigrasi, BPJS, kantor pos dan lain-lain.







