Menurutnya, tentu perencanaan pembangunan lapak ikan tersebut telah melalui berbagai proses komunikasi dan kajian. Oleh sebab itu Pemerintah Kota Kupang sangat mendukung agar para penjual ikan di Kelurahan Nunhila kembali memanfaatkan lapak ikan yang ada. Bahkan, menurutnya, pemerintah akan menata lebih baik dari sebelumnya.
“Kita dukung agar saudara-saudara kita para penjual ikan bisa memanfaatkan fasilitas yang ada. Kita tata kembali dan lengkapi dengan tempat sampah yang memadai. Prinsipnya adalah fasilitas tersebut tidak hanya menjadi wadah, namun lebih dari itu harus memberikan nilai tambah dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat dan sekaligus menjadi bagian penting dan contoh kebersihan lingkungan yang sedang diupayakan oleh Pemerintah Kota Kupang saat ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut George yang juga lahir dan dibesarkan di Nunhila itu minta kepada lurah dan camat segera bekerja sama dengan instansi lain agar bisa cepat melakukan penataan dan menghimbau kepada para penjual ikan untuk kembali berjualan di lapak-lapak mereka, melakukan edukasi berbagai pengetahuan bagaimana menyediakan dan menjaga agar stok ikan tetap segar atau berkualitas baik, serta memfasilitasi para penjual untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat dan aman bagi lingkungan masyarakat sekitarnya.
Terkait dengan fasilitas olah raga yang kemudian beralih fungsi menjadi lapak ikan saat ini, menurut Geroge, sebenarnya Kelurahan Nunhila sudah memiliki lapangan voli baru yang berlokasi di Batu Kepala sebagai kompensasi dibangunnya lapak ikan tersebut.







