“Secara praktis, QRIS ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena pembeli tidak pusing dengan uang tunai, dn penjual pun tidak pusing dengan uang receh untuk kembalian. Nah, berbagai cerita tentang kemudahan dan keunggulan QRIS ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Ini tugas kita bersama, bagaimana rakyat kita harus tau menjadikan QRIS ini sebagai budaya,” ujar Edis Endi.
Bupati Edi Endi dalam wawancara dengan awak media pun mensuport Bank NTT. Bahkan dia menyambut baik kehadiran layanan digital Bank NTT di Waterfront City Labuan Bajo. Karena ini adalah wujud nyata dukungan Bank NTT terhadap pelayanan dunia pariwisata.
Edi Endi mengatakan, kehadiran Bank NTT tidak semata-mata mendukung sektor bisnis, akan tetapi juga mendukung pemerintah mengenai sistem transaksi non tunai. Dan, Bank NTT sudah memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan ekonomi di Manggarai Barat.
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, di sela-sela acara kepada media menegaskan seluruh sumber potensi yang dapat meningkatkan PAD, akan dikoordinasikan dengan Pemda untuk dikelola.
Apalagi, BI dalam road map sistem pembayaran yang sudah diterbitkan sampai tahun 2025 itu QRIS menjadi salah satu alat pembayaran yang modern.
“Di BPD kita harus berinovasi, kreatif serta berkontribusi karena itu melalui kolaborasi dan kerjas ama dengan KSOP, dengan Pemkab Manggarai Barat, kita memediasi transaksi-transaksi yang sifatnya untuk menambah PAD dan juga untuk menampung pajak-pajak bagi pemerintah pusat. Sehingga sistem pembayarannya kita masuk mulai dari pas masuk ke sini, ticketing, sampai pada semua jasa layanan perbakan yang ada pada waterfront city Labuan Bajo ini. Kita juga hadir di pasar tradisional dan Inpres yang ada di Manggarai Barat maupun di seluruh NTT,” ujar Alex.







