Bupati Djobo mengatakan, sebelum pembukaan Expo Alor dan Alor Karnaval, pihaknya telah berkomunikasi dengan Polda NTT maupun Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, sehingga memberikan toleransi berlangsungnya event ini dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Ia berharap, Expo Alor ke XV tahun depan (2021) kondisinya sudah lebih kondusif sehingga Expo Alor bisa berlangsung lebih lama, hingga dua minggu sekalipun pemerintah siap fasilitasi. Karena Djobo menilai Expo Alor selama ini sebagai sarana yang efektif untuk promosi potensi pariwisata, penguatan sosial budaya dan keberlanjutan roda ekonomi lokal.
Djobo mengapresiasi kerja sama yang baik antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Alor dalam menyukseskan event ini.
Kesempatan itu, Djobo juga mengingatkan semua pihak agar tidak mempolitisir berbagai kebijakan pembangunan yang dibuat pemerintah untuk kepentingan politik karena Pilkada Alor masih jauh di 2023.
Selanjutnya, ketika dipersilahkan menutup Expo Alor, Bupati Djobo justru ‘menodong’ Ketua DPRD Kabupaten Alor, Enny Anggrek, SH, yang hadir untuk menabuh gong sebagai tanda penutupan Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII Tahun 2020. Maka Anggrek didampingi Bupati, Wakil Bupati dan Forkompimda Kabupaten Alor menabuh gong untuk menutup Expo Alor dimaksud. (lik)







