Imam berharap, waktu 15 menit yang diberikan panitia bagi peserta dalam mempresentasikan produknya diharapkan mampu dimanfaatkan secara maksimal terutama untuk mengeksplor desain dan karakter produk dari para peserta.
Di akhir sambutannya Imam berpesan agar di era digital ini masing-masing pelaku usaha mampu bersaing, terutama menyambut Labuan Bajo sebagai destinasi super premium. Dengan demikian brand yang dijual bisa menembus pasar dunia. Oleh karena itu desain harus dipersiapkan secara matang dan profesional.
Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Shana Fatina, yang juga hadir sebagai juri menyampaikan terima kasihnya kepada Kemenparekraf atas kehadirannya di Labuan Bajo dalam mendukung pelaku usaha kuliner dalam mendukung pariwisata.
“Kami ucapkan terima kasih kepada pihak Kemenparekraf karena tak hentinya mendukung pariwisata Labuan Bajo ini. Kegiatan (Beda,kan) merupakan langkah maju dalam pengembangan potensi pangan lokal yang dimiliki peserta menyambut destinasi pariwisata super premium Labuan Bajo,” ungkap Shana.
Ia menegaskan, sesungguhnya pariwisata yang maju harus didukung dengan usaha kuliner yang baik dan visioner. Kiranya kegiatan Beda,kan dapat memicu, pelaku usaha di bidang kuliner agar turut mendukung mengembangkan Destinasi Pariwisata Labuan Bajo menjadi kelas dunia,” pungkas Shana.
Shana juga menambahkan, kegiatan BEDA’KAN dapat menggali potensi yang dimiliki oleh pelaku kuliner yang ada di Labuan Bajo. Hal itu didasari karena Labuan Bajo kaya akan bahan baku yang berkualitas. Oleh karena itu desain logo dan isian produk yang dihasilkan harus benar-benar berkualitas.







