BORONG kabarntt.id—Sudah puluhan tahun ruas jalan di Kampung Kelok, Desa Kaju Wangi, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur belum tersentuh aspal. Akibatnya, kendaraan sangat sulit melintas saat musim hujan.
Seorang sopir ‘bis kayu’ kepada kabarntt.id, Minggu (18/4/2021), mengatakan saat melintas di jalur itu mereka harus ekstra hati-hati, karena setiap saat melintasi jalur yang ekstrim itu keselamatan mereka terancam.
“Kami harus ekstra hati-hati, apalagi kondisi jalan ini dari dulu belum tersentuh aspal. Kami setiap kali melewati jalur ini harus siapkan dedak. Kami juga minta warga sekitar untuk tarik mobil apabila dedak habis saat macet,” tuturnya dan meminta namanya tidak ditulis.
Menurutnya, untuk memperlancar lalu lintas kendaraan saat melintas di jalur itu para sopir yang dibantu warga menimbun batu-batu ukuran besar pada sejumlah titik yang sudah berlobang. Apesnya, seringkali batu batu tersebut tenggelam akibat lumpur yang dalam.
“Jujur saja kami selalu menimbun batu-batu besar setiap kali lewat di jalur ini demi kelancaran transportasi, akan tetapi batu yang ditaruh tenggelam terus,” ujarnya
Menurutnya, kerusakan itu terjadi akibat ketiadaan saluran drainase, apalagi ruas jalan itu belum diaspal sehingga mudah terkikis hujan.
Sementara itu salah seorang warga Kelok, DH (35 tahun) mengatakan, akibat kondisi ruas jalan yang sudah rusak itu mereka harus menyiapkan beberapa hal tatkala hendak bepergian menggunakan jasa transportasi seperti ke Ruteng atau ke Borong.







