Kominfo Gelar Seminar Menulis Promosi Pariwisata di Labuan Bajo

Mabar pelatihan tulis labuan bajo

Pada kesempatan yang sama dirinya menekankan kesiapan Destinasi Super Prioritas (DSP) itu sendiri.

Menurutnya, hal itu sesuai dengan arahan Presiden Jokowi terkait percepatan 5 DSP daerah pariwisata, di antaranya kesiapan infrastruktur, seni budaya, kostum maupun pernak-pernik agar menjadi destinasi unggulan pasca pandemi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Juga memastikan kesiapan jadwal Calendar of Events bidang pariwisata dan memastikan aspek kesehatan di setiap destinasi melalui Program CHSE.

“Pemerintah berupaya meningkatkan potensi pariwisata nasional  dalam mengedepankan 7 variabel pada pariwisata super premium. Di antaranya aspek kebersihan lingkungan, kesiapan sumber daya manusia, manajemen, kuliner, dan lainnya. Kesemuanya harus dipadukan penerapan protokol kesehatan yang berbasis CHSE,” katanya.

Imbas dari penerapan CHSE tersebut, lanjutnya, akan tumbuh kepercayaan para wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.

Sementara itu Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina, melalui media daring menyampaikan, kegiatan tersebut tentunya sangat relevan dengan kondisi Labuan Bajo.

“Kita harus mempromosikan bahwa Labuan Bajo tidak hanya ada komodo, tetapi masih banyak potensi yang dapat dipromosikan. Millenial adalah salah satu target program dari BPOLBF, dari sisi kuliner, fashion dan sektor lain,” ujar Shana.

Sepanjang BPOLBF hadir, ungkapnya, pihaknya akan terus berusaha untuk memetakan potensi yang ada sehingga dapat berkolaborasi dan berkerja sama. Terutama dalam mengembangkan potensi-potensi tersebut.

Pos terkait