Akses jalan darat pun memiliki tantangan serius. Jaringan jalannya rusak parah, terutama tiga km menjelang Warloka. Untuk jarak sekitar 20 km itu butuh waktu lebih dari 1,5 jam dengan sepeda motor.
Warga lain, Ahmad, juga mengeluhkan dermaga kayu di desanya yang sudah rusak parah.
Sudah lebih dari 15 tahun dermaga kayu di pesisir desa tersebut dibangun. Dan belum ada upaya renovasi ataupun pembangunan dermaga baru.
Tak jarang, warga pun menjadi korban dermaga laut karena terjatuh dari dermaga yang dinilai sudah tidak laik digunakan.
“Sebenarnya dermaga di desa kami sudah tidak layak pakai, namun mau bagaimana lagi?” keluh Ahmad.
Padahal menurutnya, dermaga tersebut sangat dibutuhkan demi peningkatan ekonomi, kesejahteraan dan kehidupan masyarakat di desa tersebut.
Mereka berharap Pemkab Mabar segera menanggapi keluhan mereka. (obe)







