Kepala desa, menurutnya, adalah garda terdepan yang diandalkan dalam pengentasan masalah pangan.
Usai pertemuan dilanjutkan dengan sosialisasi aplikasi B Pung Petani yakni aplikasi yang disediakan oleh Bank NTT untuk mempertemukan seluruh petani di Provinsi NTT.
Dalam sosialisasi yang berlangsung di tempat yang sama, hadir seluruh camat, kepala desa dan penyuluh pertanian se-Kabupaten Lembata.
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala Dins Pertanian NTT, Lucky Koli, Kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Dr. Lerry Yupidara dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lembata, Kanis Tuaq, tampil sebagai narasumber.
Dirut Alex saat itu menegaskan bahwa kehadiran aplikasi B Pung Petani ke depan akan sangat membantu petani di seluruh NTT.
“Karena kita perlu punya data informasi yang benar mengenai potensi di masyarakat sehingga akan mudah mengontrol desa mana yang unggul di potensi apa. Begitu pula desa lainnya. Nah, kelebihan bahan pangan di desa akan saling bertemu dan tercipta pasar yang layak dan pantas. Semua di aplikasi ini,” tegas Alex.
Dengan aplikasi ini, petani akan merasakan manfaatnya yakni mereka tidak asal tanam melainkan akan menanam sesuai kebutuhan pasar. Lagi pula kalender tanamnya pun akan ditata sehingga memberi jaminan kepada pasar. Lagipula tidak akan ada kekosongan pasokan di pasar.
“Karena itu kita bangun kerja sama antar daerah. Seluruh daerah akan bertemu dalam satu pasar. Akan ada perlindungan harga. Ada patokan harga minimum sehingga petani tidak dipersulit,” jelas Alex.







