Apresiasi RUPS LB Bank NTT, Ini Harapan DPRD NTT

IMG 20250515 WA0000

“Memang Bank NTT terlibat KUB dengan Bank Jatim untuk pemenuhan modal inti. Tetapi kalau lebih cepat berakhir lebih baik lagi. Dengan demikian Bank NTT bisa mandiri mengelola dan mengatur diri sendiri tanpa keterlibatan Bank Jatim. Dividen juga tidak lagi bagi dengan Bank Jatim,” tegasnya.

Kedua, energi baru dari jajaran komisaris dan direksi baru diharapkan bisa menekan angka NPL (Non Performing Loan/kredit bermasalah).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Angka NPL Bank NTT harus bisa ditekan lagi. Para keditur itu waktu meminjam uang di Bank NTT ada agunan. Kalau kredit macet, agunan mereka bisa diambil,” tegas mantan Ketua DPRD Lembata ini.

Ketiga, beber De Rosari, SDM (sumber daya manusia) Bank NTT mesti lebih baik lagi. “Banyak ATM Bank NTT yang macet. Hal-hal kecil seperti ini sangat mempengaruhi kepercayaan publik. Bisnis bank itu kan bisnis kepercayaan,” kata De Rosari.

Selain memberi catatan kritis, De Rosari secara khusus memberi apresiasi kepada Yohanes Landu Praing, Plt. Dirut Bank NTT. “Pak Praing sudah berperan maksimal sebagai Plt. Dirut. Apresiasi khusus untuk Pak Praing,” kata De Rosari.

Seperti diketahui hasil RUPS LB Bank NTT antara lain mengusulkan Yohanes Landu Praing dan Charlie Paulus sebagai calon Dirut Bank NTT. RUPS juga menetapkan Stefanus Donny Heatubun sebagai Komisaris Utama (Komut). Donny Heatubun adalah mantan Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT.

Gubernur NTT selaku pemegang saham pengendali kepada media usai RUPS mengatakan, jajaran direksi dan komisaris Bank NTT kali ini bebas dari kepentingan politis. Terbukti tidak ada politisi dan manta birokrat di jajaran direksi dan komisaris. (den)

Pos terkait