“Melki-Johni mempunyai sebuah desain ke depan kabupaten kota di NTT harus masuk pada industri pengelolaan hasil bumi, baik di sektor pertanian, kelautan perikanan, peternakan, perkebunan dan pariwisata,” cetus Melki.
“Jangan lagi kita jual hasil mentah, tetapi kita olah dulu jadi barang jadi baru kita pasarkan menjadi hasil bernilai tinggi. Dengan begitu, hasil bumi di Rote ini punya nilai tambahnya,” lanjutnya.
Ia menerangkan, jikalau masyarakat menjual bahan mentah kepada orang lain, pendapatan dari masyarakat petani atau nelayan itu hasilnya biasa-biasa saja.
“Kalau masyarakat punya banyak uang, sudah pasti PAD akan naik sehingga masyarakat bisa membayar retribusi dan pajak, alhasil daerah makin makmur dan sejahtera. Sehingga bersama Ita Esa kita buat Rote Ndao lebih maju. Jadi PAD meningkat jika pendapatan perkapita masyarakat bertambah melalui industri pengelolaan hasil bumi,” jelas Melki lagi.
Diutus Presiden Prabowo untuk Pimpin NTT
“Saya ditugaskan sebagai gubernur melalui pertemuan suatu sore antara Pak Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono dan Zulkfli Hasan,” cerita Melki.
Dalam pertemuan itu, dikatakan Melki, ketiga tokoh nasional itu berdiskusi tentang siapakah yang akan maju menjadi calon gubernur di 38 provinsi dari koalisi Prabowo-Gibran.
“Kemudian ada 5 provinsi yang disepakati siapa calon gubernurnya, termasuk NTT. Saya kagetnya yang mengusulkan saya maju gubernur adalah Bapak Prabowo Subianto, Presiden kita. Dan usulan ini saya anggap sebagai sebuah perintah,” tutur Melki.







