Gandeng Bank DKI, Bank NTT Bakal Lebih Baik

bank ntt2

“Proses due diligence merupakan tahapan  terkait penilaian kelayakan Bank NTT untuk ber-KUB dengan Bank DKI. Hasil due diligence akan diajukan kepada Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank DKI. Jika disetujui akan dilanjutkan dengan valuasi saham serta penyertaan modal,” jelas Praing.

Praing mengatakan,  kerja sama KUB dengan Bank Umum yang   mengatur  kewajiban Bank Umum  untuk pemenuhan modal inti minimum   Rp 3 triliun paling lambat 31 Desember 2024.  “Kita masih kekurangan Rp 600-an miliar.  Karena itu kita kerja sama dengan Bank DKI untuk pemenuhan modal inti,”  jelas Praing.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Praing  mengingatkan, kerja sama KUB dengan Bank DKI itu tidak berarti  Bank  DKI akan mengambil aset Bank NTT, atau Bank DKI akan mengakusisi  Bank NTT, atau juga Bank NTT akan merger ke Bank  DKI.

Praing mengatakan,  dalam kerangka kerja sama KUB itu, akan ada dua Pemegang Saham Pengendali. Bukan  Bank DKI Pemegang Saham Pengendali tunggal seperti yang diduga.

Semua hak dan kewajiban dalam kerja sama KUB dengan Bank DKI ini, kata Praing, akan diatur dalam stakeholder agreements.

Praing optimis, kerja sama KUB dengan Bank DKI itu akan sangat membantu Bank NTT sehingga kinerjanya bisa lebih optimal lagi ke depan. “Kita optimis Bank NTT akan lebih baik lagi ke depan,” tegasnya.  (den)

Pos terkait