“Kami juga minta Hotel Aston untuk melatih saudara-saudara yang menggunakan fasilitas di sini, bagaimana membangun pelayanan yang prima, cara melayani pembeli yang baik sehingga kualitas pelayanan terpenuhi dan juga menjadi ukuran pelayan yang baik,” pintanya.
Selain untuk jajanan kuliner ikan bakar, kata George, tempat ini juga sangat cocok untuk even-even budaya seni yang menampilkan keeksotisan budaya NTT. Dengan demikian setiap malam tempat ini harus hidup, karena kita lagi berbenah menuju Kota Kupang yang 24 jam.
“Jika Kota Kupang sudah berhasil hidup 24 jam, maka pertumbuhan ekonomi ini akan cepat naik dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang,” serunya. (np)







