Gila, Harga Premium di Lembata Rp 50 Ribu Per Botol

lembata Harga BBM Melonjak

Menurut Alfian, kendala pertama adalah kapal pengangkut yang selama ini hanya bisa mengangkut paling banyak 40 kiloliter (KL) dan harus beroperasi setiap hari, sehingga jika terjadi kerusakan akan sangat mengganggu persediaan.

Alfian mengakui, dalam dua pekan terakhir ini, kapal pengangkut BBM milik PT Hikam mengalami dua kali kerusakan sehingga BBM menjadi langka.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Selain itu, kata Alfian, kelangkaan yang menyebabkan harga premium dan pertalite yang dijual pengecer mencapai Rp 40 ribu per setengah botol jenis aqua dua hari terakhir ini juga disebabkan persediaan di Depot Larantuka menipis.

Sementara soal perilaku pengecer, Alfian menyebutkan, ada kecenderungan pihak pengecer yang seharusnya tidak boleh menjual BBM subsidi mengantre berulang kali kemudian dijual dengan harga melambung.

Terhadap tiga masalah ini, Alfian menegaskan pihak PT Hikam sudah berupaya untuk melakukan kontrak dengan kapal mini tanker Sembilan Pilar sejak delapan bulan lalu dengan kapasitas 350 KL.

Namun karena belum mendapat izin, maka kapal mini tanker ini belum bisa beroperasi mengangkut langsung dari Depot Maumere.

Sementara Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapobali, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Patra Niaga dan Pertamina. “Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina, kemarin, tadi dan sudah melaporkan kepada Pak Bupati dan malahan Pak Bupati juga sudah berkoordinasi dengan Patra Niaga dan Pertamina,” ujar Paskalis ketika dihubungi wartawan.

Paskalis menjelaskan, setelah koordinasi itu dilakukan masalah utama dari kelangkaan ini akibat terjadi penyesuaian kuota dari Pertamina ke wilayah-wilayah di NTT, termasuk Lembata.

Pos terkait