KEFAMENANU kabarntt.id – Harga beras di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mengalami kenaikan drastis.
Harga beras yang mengalami kenaikan drastis yakni beras premium yang kini harganya mencapai level rp 16.000,- hingga rp 16.500,- per kilogram.
Kepada awak media, Jumat (27/10/2023), Basri, salah satu penjual beras mengatakan, harga beras untuk saat ini mengalami kenaikan.
“Saat ini harga beras premium melonjak naik dikisaran rp 16.000,- hingga rp 16.500,-, selain beras premium ada juga jenis beras medium lainnya yang dijual dengan harga bervariatif dikisaran harga mulai dari rp 14.000, rp 14.500, dan rp 15.000,” ungkapnya.
Pemilik UD. Pangan Kita Jaya, mengatakan, kenaikan harga beras ini semua disebabkan oleh ketersediaan stok.
Basri berharap agar pihak bulog dapat menyalurkan beras dari bulog sehingga harga akan disesuaikan dengan harga pemerintah.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (perindag), Maximus Akoit saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya mengatakan, kenaikan harga beras tersebut terjadi di tingkat nasional hingga daerah.
“Untuk saat ini, kenaikan harga beras rata-rata dikisaran rp 16.000 sampai dengan rp 17.000. Itu dari tingkat nasional sampai daerah,” ujarnya.
Dikatakan Maximus, pada minggu kemarin per tanggal 19 Oktober 2023 pantauan dinas, harga beras premium masih pada level rp 15.000 sampai rp 16.000 namun sekarang sudah mencapai level rp 16.500 per kg.
“Dengan lonjakan harga beras yang tidak wajar ini, Dinas akan melakukan terobosan dengan memastikan ke penangkar atau distributor, apakah kenaikan harga beras ini memang stock terbatas atau hal lain,” tuturnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat, dinas akan melakukan pemantauan di lapangan terkait kenaikan harga beras yang tidak wajar ini.
“Dalam waktu dekat, Kita (Dinas-red) akan melakukan pemantauan di lapangan terkait melonjaknya harga beras dan juga harga sembako lainnya,” tutupnya. (Siu)







