Sementara Direktur Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh, kepada wartawan dalam sebuah sesi wawancara beberapa saat seusai launching, menegaskan bahwa dalam beberapa diskusi internal, pengurus mencermati bahwa Covid segera mereda dan akan ada banyak peluang yang harus dimanfaatkan sehingga berdasarkan hasil analisa bersama, Bank NTT meluncurkan skim kredit ini.
“Kita harus putuskan KKB ini harus direalisir segera karena ini adalah peluang bisnis. Memang kelebihan kita adalah DP nol persen. Kenapa harus nol persen, ada aturan BI yang mengatur tentang Loan To Value (LTV) harus sekian persen. Keunggulan kita adalah kita sudah TKB 2, dan ketika kita sudah di level ini maka kita sudah bisa menyerap risiko-risiko yang ada jika ada kredit macet dan sebagainya,”ujar Stefen.
Diakuinya, pasar menyambut sangat positif KKB ini. Terbukti, pihak Bank NTT mendapat banyak kontak dari masyarakat yang berkomunikasi lewat jalur pribadi dengan alasan mereka ingin mendapat informasi sebanyak mungkin mengenai skim kredit ini.
“Kita akui bahwa baru dilaunching saja banyak WA yang masuk ke kita, saya dan Pak Dirut serta teman-teman lain, bertanya tentang skim kredit ini. Sekarang tinggal bagaimana teman-teman cabang mengeksekusinya. Karena perencanaan seindah apapun namun jika tidak tereksekusi dengan baik maka tentu ini tidak akan bertumbuh,” tegas Stefen.
Stefen berharap, dengan kolaborasi tim kerja yang baik akan mencapai hasil maksimal. (humas bank ntt/den)







