LEWOLEBA kabarntt.id—Pemerintah Kabupaten Lembata menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Lewoleba kepada pemerintah pusat. Alasannya infrastruktur yang mendukung Pelabuhan Lewoleba jelek.
Saat peresmian Kantor Syahbandar Lewoleba, Rabu (2/3/2022), Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, membeberkan alasan pemerintah daerah menyerahkan pengelolaan pelabuhan kepada pemerintah pusat walaupun ada pihak yang menolak upaya tersebut.
“Sejak Pemda serahkan pengelolaan pelabuhan kepada pemerintah pusat, sampai hari ini ada dinamika di Lembata,” kata Bupati Thomas.
Bupati Langoday mengatakan, masih ada kalangan tertentu yang menanyakan pendapatan asli daerah (PAD) yang didapat dari pengelolaan pelabuhan.
“Saya minta yang masih berdinamika itu coba lihat apakah kita bangga dengan besi-besi telanjang, lubang-lubang di dermaga, pelataran yang morat-marit,” kata Bupati Langoday.
“Pelabuhan paling jelek, pemandangan dari laut sangat mengerikan,” katanya.
Bupati Langoday mengatakan dengan pendapatan asli daerah yang didapat, sampai kapan pun pemerintah daerah tidak bisa membangun infrastruktur yang baik dan lengkap di Pelabuhan Lewoleba.
“Kalau hari ini kita serahkan kepada pemerintah pusat maka kita korbankan Rp 500 juta, dan itu yang datang itu Rp 50-70 miliar dari pemerintah pusat. Saya minta masyarakat mari kita berpikir jangka panjang, jangan pikir hari ini saja,” pinta Bupati Langoday.
Dia juga menantang Kepala Syahbandar untuk mulai membangun pelabuhan dengan infrastruktur yang bagus kepada anak cucu di Lembata. (ona)







