Dirinya pun berharap agar ada pihak-pihak lain yang mau membantu para pengrajin tenun tersebut.
“Kami masih sangat membutuhkan uluran-uluran tangan untuk menambah modal khususnya kepada pelaku pengrajin tenun yang ada di Desa Sukarara,” harap Zakaria.
Sementara itu, Danny Januar, Direktur LTI untuk Pemerintah dan Masyarakat Bakti mengatakan tahun 2019 Desa Sukarara masih kesulitan internet namun setelah kehadiran internet melalui program 3T, Desa Sukarara kini berubah.
“Kehadiran internet secara umum merupakan upaya dimana menghadirkan inovasi, menghadirkan solusi-solusi. Kita pernah lakukan pelatihan disini (Desa Sukarara-Red), namun sekarang Desa Sukarara dapat dijadikan desa contoh untuk pembangunan di desa lain,” pungkasnya. (siu)







